UMM dan University of Auckland Sukseskan Event Korean Culture

0
8
Bekerja sama dengan University of Auckland's Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies, Prodi HI UMM menggelar event Korean Culture. (Prodi HI UMM/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Berbeda halnya dengan kelompok kawasan lain yang merupakan benua dan subkawasan, kelompok Korea Selatan merupakan satu-satunya kelompok kawasan yang berbentuk negara. Hal ini menjadi salah satu hal unik dalam event tersebut yang mengusung tema Korean Culture in The Age of Globalization.”

Sebelum diadakannya event tersebut, kelompok kawasan Korea Selatan merupakan para mahasiswa yang tergabung dalam kelas khusus Kajian Kawasan Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kelas ini merupakan hasil kerjasama Prodi HI UMM dengan University of Auckland’s Strategic Research Institute (SRI) for Korean Studies yang turut didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea.

“Fokus pada Korea Selatan sebagai satu negara dalam kajian kawasan ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan studi yang lebih mendalam dan komprehensif. Korea Selatan menjadi model menarik karena perkembangan pesat negara ini dalam berbagai aspek, termasuk ekonomi, teknologi, dan soft power melalui K-pop dan K-drama,” ujar Ketua Prodi HI UMM Prof Gonda Yumitro PhD.

Bimo Suryo Nugroho, ketua kelompok Korea Selatan, menuturkan bahwa kelompok Korea Selatan telah mempersiapkan diri sejak satu bulan lamanya.

“Kalau persiapannya, sih, kira-kira satu bulan. Terasa lebih mudah karena hanya fokus pada satu negara, namun juga agak susah, karena harus mengelola kelompok dengan anggota 60 orang,” tutur Bimo.

Bimo mengungkapkan harapannya ada event yang sama di tahun depan. “Semoga para partisipan bisa lebih heboh, meriah, dan antusias di acara ini. Soalnya acara ini ‘kan memang menjadi acara penutup semester empat dan kita harus all in pastinya,” urai Bimo.

Melalui pendekatan inovatif ini, Prodi HI UMM tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, melainkan juga pengalaman praksis dalam memahami kompleksitas suatu negara. Event tersebut menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan di bidang Hubungan Internasional dapat menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan realitas global yang dinamis.

(Ade Candra/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini