UMM Lakukan Audit Mutu Internal

0
83
Kepala Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) UMM Dr Muslimin Machmud MSi saat memimpin audit mutu internal. (Wildan/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Demi menjaga kualitas, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan audit mutu internal bagi seluruh prodi dan Unit Pengelola Program Studi (UPPS). Kegiatan itu dilaksanakan sejak 7 hingga 26 Mei 2021, bergantian di tiap UPPS.

Dr Muslimin Machmud MSi, kepala Badan Penjamin Mutu Internal (BPMI) UMM, menerangkan bahwa penjaminan mutu menjadi komponen yang menentukan pengelolaan perguruan tinggi (PT). Maka, BPMI memiliki tugas untuk memastikan bahwa UMM sudah memenuhi seluruh standar yang ditentukan oleh negara, yakni Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI).

“Audit ini dilaksanakan di lingkungan prodi setahun sekali, sementara untuk tingkat perguruan tinggi kami langsungkan dua tahun sekali,” jelas Muslimin.

Karena itu, menurut Muslimin, seluruh prodi dan UPPS perlu menyusun dokumen yang disebut dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Adapun dokumen tersebut terdiri atas dokumen kebijakan mutu, manual mutu, standar mutu, serta prosedur mutu. Keempatnya menjadi satu kesatuan yang harus disiapkan dan dilaksanakan agar pengelolaan perguruan tinggi bisa berlangsung lancar.

Muslimin kembali menerangkan bahwa audit mutu internal ini juga bisa digunakan untuk kepentingan akreditasi, baik prodi maupun perguruan tinggi. Di samping itu, juga bermanfaat untuk melancarkan perubahan dalam instrumen suplemen konversi.

“Yakni, mengubah format akreditasi yang lama seperti A, B, dan C menjadi format yang baru. Sebut saja akreditasi unggul, baik sekali, maupun yang lainnya,” ujar dosen komunikasi tersebut.

Lebih lanjut, demi menjadikan UMM sebagai kampus unggul, BPMI melakukan audit dengan sungguh-sungguh meski berada di level internal. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan tridarma bahkan caturdarma bisa diimplementasikan sesuai dengan standar.

“Standar yang kami gunakan yakni standar nasional SN DIKTI. Ada pula standar pelampauan yang sudah ditetapkan oleh universitas mencakup tujuh hal. Dua di antaranya yakni Al-Islam dan Kemuhammadiyaan dan kerja sama serta sumber daya manusia,” ungkapnya.

Dosen yang sempat menjadi general manager Sengkaling mengatakan, budaya mutu yang baik bisa terlaksana jika ada komitmen yang sama dari berbagai pihak. Kerja sama pimpinan, pelaksana, serta penjamin mutu menjadi unsur penting dalam pelaksanaan mutu di perguruan tinggi.

“Tentu kami tidak hanya ingin mencapai hal yang bersifat kuantitas, tapi juga terus meningkatkan dari segi kualitas. Sehingga para stakeholder dapat merasa puas karena ukuran mutu itu kan kepuasan,” pungkasnya. (Wildan/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here