Untrust, Direksi BSI Harus Mundur!

0
242
Ace Somantri, dosen Universitas Muhammadiyah Bandung, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. (Dok pribadi/KLIKMU.CO)

Oleh: Ace Somantri

KLIKMU.CO

Sebagai nasabah setia BSI, sejak di BSM dan merger ke BSI berharap lebih baik, begitu kira-kira harapannya. Apalagi konon kabarnya ada peningkatan signifikan perbankan syariah pelat merah ini dalam dunia ekonomi syariah.

Namun, sejak hari Senin pekan ini terjadi error terus-menerus dalam sistem aplikasi mobile banking. Sudah lama tidak bertransaksi manual datang ke teller karena menyita waktu harus berantri lama, belum pelayanan lambat dan sebagainya.

Error sistem mobile banking dikira hanya beberapa jam, atau setengah hari paling lama. Ternyata berhari-hari gangguan errornya, ini melebihi batas toleransi. Sebaiknya direksi dan tim manajemen dievaluasi secara menyeluruh. Sekiranya terindikasi ada kelalaian dapat disanksi hukum. Hal itu untuk memberi efek jera kapada pihak yang lalai.

Persoalannya dampak dari error sistem ini berpengaruh sekali pada putaran ekonomi dan sistem bisnis pada entitas yang menjadikan BSI sebagai perbankan mitra. Apapun alasannya, direksi harus bertanggungjawab penuh akibat dari peristiwa yang memalukan dunia perbankan syariah. Trust masyarakat yang semakin positif terhadap perbankan syariah dengan kejadian ini sudah dipastikan merosot deratis.

Direksi, pengawas, dan tim manajemen operasional segera memberikan keterangan terbuka dan transparan hal ihwal yang menyebabkan peristiwa ini. Jikalau sudah tertangani, sebagai bentuk tanggungjawab moral sebaiknya direksi pucuk mengundurkan diri atau pihak berwenang memberikan sanksi tegas atas kelalaian ini. Berbagai spekulasi berseliweran, entah ini tahun politik atau benar-benar seranga siber dunia maya? Wallahu’alam semoga segera terungkap penyebab sebenarnya jangan sampai hanya cukup dengan ucapan minta maaf saja.

BSI sejak merger gabungan perbankan syariah dengan alasan lebih baik, namun faktanya hari ini mempertontonkan ketidakprofesionalannya dalam mengantisipasi gangguan seperti ini. Kecuali ada motif lain untuk kepentingan tertentu, semoga hal itu tidak benar adanya. Semua sangat mungkin, apapun hari ini dengan era digital berpeluang besar pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkan kelemahan BSI atau BUMN yang banyak dirundung masalah.

Tidak sedikit banyak BUMN yang gulung tikar atau bangkrut karena manajemen amburadul, bahkan terdengar ditelinga masyarakat bahwa BUMN sering jadi sapi perahan segelintir orang yang memanfaatkan kelemahan regulasi dan direksi.

Suka tidak suka, menjadi rahasia umum perusahaan negara menjadi tempat bagi-bagi jatah kue kekuasaan di berbagai posisi-posisi strategis-pragmatis dengan berbagai pihak yang sudah berjasa dalam kontestasi demokrasi lima tahunan. Peristiwa error sistem digital dalam perbankan sangat-sangat berbahaya, khususnya pihak nasabah yang dirugikan karena sudah dipastikan mengganggu skema bisnis, apalagi para pembisnis memiliki falsafah waktu adalah uang (time is money). Dengan sistem error berhari-hari bagi nasabah apalagi pembisnis sangat-sangat merugikan materi maupun immateri.

Banyak cerita kasus-kasus dunia perbankan berbasis digital, baik itu card skiming, fishing dan carding. Kejahatan tersebut hampir dipastikan pada umumnya para nasabah sangat awam tidak banyak mengetahui. Kejadian yang menimpa BSI karena banyak masyarakat dan pakar IT yang berasumsi terjadi serangan siber terhadap sistem keamanan data BSI sehingga menggangu sistem operasi digitalnya. Sebagian nasabah sangat khawatir dana yang disimpan tanpa diketahuai secara terbuka, memungkinkan sebagian uangnya bisa jadi hilang dengan kejahatan yang dilakukan oleh pencuri dengan cara yang membobol sistem perbankan BSI.

Semoga ini menjadi perhatian pihak berwenang, sebagai nasabah sangat kecewa saat membutuhkan mendesak tidak dapat melakukan transaksi langsung pada m-banking. Saat melihat dibeberapa kantor cabang dan kantor kas terlihat banyak yang antri, kemungkinan banyak nasabah untuk melakukan transaksi manual. Kerugian bagi para nasabah kelompok entitas-entitas, baik entitas bisnis maupun entitas sosial lainnya sudah dipastikan mengalami kerugian.

Berbagai kalangan sudah mulai banyak yang komplain, apalagi para nasabah sudah mulai banyak yang berniat memindahkan rekening tabungananya. Hal tersebut jika tidak cepat diantisipasi sangat memungkinkan berbondong-bondong memindahkan buku rekening ke bank yang lain, jangan sampai terjadi karena jika itu terjadi kembali lagi untuk membangun trust tidak mudah. Semoga cepat pulih kembali sistem digital m-banking BSI. Aamiin. Terima kasih. (*)

Bandung, Mei 2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini