Uttar Pradesh Memanas, Ribuan Warga India Tuntut Keadilan untuk Muslim

0
5561
Aksi demo warga memprotes Supur Sharma yang menghina Nabi Muhammad. (AP Photo)

KLIKMU.CO – Ribuan warga di India berunjuk rasa selama beberapa hari terakhir pasca penghancuran rumah salah satu aktivis muslim India, Javed Ahmad, serta rumah dan tempat bisnis muslim lainnya, Minggu (12/6/2022) lalu.

Unjuk rasa tidak hanya diikuti oleh warga muslim, namun juga dari berbagai kalangan dan aktivis HAM. Salah satunya All India Students’ Association (AISA).

Associated Press, dikutip dari CNN Indonesia, melaporkan bahwa ribuan warga dari berbagai kota di India menggelar aksi unjuk rasa tersebut. Diketahui, aksi ini buntut dari penghancuran rumah secara sepihak oleh pemerintah Negara Bagian Uttar Pradesh terhadap kawasan muslim di kawasan tersebut.

Sehari sebelum penghancuran rumah kawasan muslim di Uttar Pradesh, aktivis muslim Javed Ahmad ditangkap kepolisian setempat pada Sabtu (11/6/2022) setelah memprotes pernyataan salah satu politikus Partai Bharatiya Janata, Supur Sharma, yang menghina Nabi Muhammad saw dan istrinya.

Dua belas tokoh publik di India, di antaranya mantan hakim dan pengacara, pada hari Selasa (14/6/2022) melayangkan surat kepada hakim agung India dan mendesak upaya pengusutan tentang pembongkaran dan penghancuran rumah itu.

Dalam suratnya, mereka menyebut perbuatan itu ilegal dan “suatu bentuk hukuman di luar hukum kolektif.” Mereka menuduh pemerintah Uttar Pradesh telah menekan perbedaan pendapat dengan menggunakan kekerasan terhadap para demonstran.

“Pembongkaran tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap norma dan etika konstitusional,” kata spesialis politik nasionalis Hindu dan penulis biografi Modi, Nilanjan Mukhopadhyay, dikutip di TRT World, Kamis (16/6/2022).

Memanasnya India saat ini menambah catatan sikap anti-Islam era pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Sebelumnya, di tahun 2019, pemerintahan Modi mengeluarkan UU Kewarganegaraan namun tidak mengakomodir kelompok muslim di dalamnya. Kasus lainnya adalah saat negara bagian Karnataka mengeluarkan larangan berjilbab di kawasannya bulan Maret 2022 lalu. (Muhammad Zarkasi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here