Vaksinasi dan Pemakaman Lintas Agama Bukti Konkret Toleransi Muhammadiyah

0
124
MCCC PP Muhammadiyah, Kemenkes, dan Universitas Buya Hamka (Uhamka) Jakarta saat melaksanakan vaksinasi golongan lansia dan pelayan publik. (SINDOnews)

KLIKMU.CO – Hingga kini Muhammadiyah terus berjibaku menghalau laju pandemi. Tidak hanya di bidang medis, namun juga dari sisi sosial-ekonomi dan spiritual keagamaan. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Nah, menurutnya, salah satu program yang dicanangkan Muhammadiyah dalam hal ini adalah vaksinasi gratis untuk semua elemen bangsa. Tanpa membedakan suku, budaya, bangsa, atau agama.

“Vaksinasi untuk lintas agama dan ikut memakamkan bagi warga yang terkena Covid-19 dari agama lain. Apa yang dilakukan Muhammadiyah secara meluas di berbagai programnya ini merupakan wujud dari keinginan Muhammadiyah menjadi solusi untuk negeri di kala pandemi,” ungkapnya dikutip dari muhammadiyah.or.id, Selasa (20/7/2021).

Haedar menegaskan, Covid-19 merupakan musuh bersama yang menimbulkan kekawatiran bagi banyak orang. Jumlah pasien yang terinfeksi juga terus bertambah. Bukan hanya di negara lain, di Indonesia pun terus mengalami peningkatan.

Karena itu, Haedar mengajak seluruh elemen bangsa agar memiliki solidaritas sosial untuk menghadapi dan menekan pandemi.  “Kita tidak bisa berpikir, bekerja, secara eksklusif sendiri-sendiri, tetapi harus bersama-sama. Dengan kebersamaan kita bisa meringankan beban masalah ini seberat apa pun,” tegas guru besar Universitas Muhammadiyah Yogayakarta itu.

Selain memiliki keinginan menjadi agen solutif, Haedar menerangkan bahwa Muhammadiyah memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dalam urusan muamalah-duniawiyah. Sebab, perbedaan dalam Islam merupakan salah satu medium saling mengenal, mencintai, toleran, dan membantu.

Karenanya, Muhammadiyah menyelenggarakan vaksinasi lintas agama dan terlibat aktif dalam prosesi pemakaman lintas akidah. “Dalam perspektif ini, Muhammadiyah menyelenggarakan vaksinasi dan membantu prosesi pemakaman lintas agama merupakan ikhtiar kolektif kami agar bangsa ini selain mampu mengatasi pandemi dengan kebersamaan dan menjadi momentum merekat persatuan,” tutur Haedar.

Jika pandemi telah berakhir, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah akan terus berpandangan inklusif dalam menolong dan membantu kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan. Dari sisi keagamaan, Muhammadiyah juga akan terus konsisten menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang wasathiyyah berkemajuan yang dapat merekat persatuan nasional.

“Bangsa Indonesia dengan semangat Bhineka Tunggal Ika itu bisa berdiri tegak karena persatuan dari seluruh komponen bangsa. Umat Islam sebagai kekuatan mayoritas, menjadi teladan sejak perjuangan kemerdekaan hingga saat ini untuk mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here