Varian Baru: Antara Angel, Ngeyel, dan Nge-Share

0
176
Ilustrasi varian baru dari India. (SHUTTERSTOCK/Fabio Berti)

Oleh: Andi Hariyadi

KLIKMU.CO

Pandemi Covid-19 menyerang Indonesia sudah satu tahun lebih dengan berbagai dinamikanya. Harusnya, sudah bisa menambah wawasan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Ini penting untuk mengurangi persebaran virus Covid-19.

Apalagi, saat ini persebaran Covid-19 ini semakin merebak di berbagai klaster. Ditambah lagi munculnya varian baru bernama varian India yang daya serangnya lebih cepat dan lebih sulit penanganannya. Makanya, lagi-lagi kesadaran disiplin penerapan protokol kesehatan menjadi kunci utama dalam melawan virus ini.

Memang dampak yang terjadi saat pandemi ini begitu luas di berbagai aspek kehidupan manusia, baik di bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, ekonomi, sosial dan lainnya, sehingga kemampuan finansial yang sudah berat semakin bertambah berat.

Namun, jangan sampai kita semakin terpuruk dalam permasalahan yang lebih berat, karena kita punya kekuatan Iman untuk kesempurnaan spiritual, dan ilmu untuk penguatan pengetahuan, sehingga dari modal ini sesungguhnya bisa menjadi penguatan kesehatan fisik dan psikis, dan jangan sampai potensi kekuatan melemah atau dirusak oleh pikiran dan persepsi yang tidak benar.

Beratnya masa pandemi ini ada yang bisa menemukan pengalaman dan kesadaran baru untuk bisa bangkit dari keterpurukan ini, tapi juga ada yang akhirnya gelisah, galau, hilangnya semangat, cenderung berpikir negatif, sehingga Pandemi Covid-19 dipersepsikan secara subyektif.

Akhirnya, muncullah “varian” persepsi baru saat pandemi berupa; “angel” karena mereka sudah tidak lagi mengindahkan protokol kesehatan, dilanjut “ngeyel” karena mereka sudah yakin dengan persepsinya sendiri, meski sudah diedukasi masih kekeh dengan argumentasinya, keadaan ini membuat dia bangga untuk tidak percaya lagi dengan persoalan Covid-19 dan prokesnya.

Dari keadaan ini, mereka gunakan jejaring Media Sosial yang ada untuk “nge-share” berbagai info yang sejalan dengan persepsinya, meskipun itu hoax, tidak peduli yang penting rasa kepuasan tersampaikan. Sungguh memprihatinkan!

Varian baru di saat pandemi ini berupa angel, ngeyel dan nge-share itu lebih berbahaya dari virusnya, karena cukup dengan jarinya dia menginformasikan kemana-mana, sehingga dapat mengkonstruksi persepsi pada berbagai komunitas masyarakat. Cluster persepsi Angel, Ngeyel dan Nge-share berdampak destruktif mempengaruhi emosi dan sikap.

Pandemi ini belum berakhir, bahkan diperparah munculnya varian baru virus Corona dan varian baru persepsi negatif, keadaan ini membuat kita harus tetap berjuang mengedukasi dan memberikan keteladanan serta kepedulian.

Oleh karena itu, kami berharap kepada semua pihak jangan sampai salah persepsi, mari kita bersama-sama kembali membangun kesadaran yang lebih berarti, mengingat dalam beberapa hari ini persebaran Covid-19 masih tinggi, rujukan rumah sakit juga sudah penuh. Tetap semangat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, tingkatkan imunitas, dan Istiqomah beribadah dan berdoa. Semoga kita tetap sehat, dan virus Corona bisa terkendalikan. Aamiin. (RF)

Andi Hariyadi, Sekretaris Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here