Waketum PAN: Wacana Jokowi Tiga Periode Itu Pembunuhan Karakter

0
81
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi. (Foto istimewa)

KLIKMU.CO – Pihak-pihak yang terus mendorong masa jabatan Presiden Joko Widodo menjadi tiga periode dengan maju kembali pada Pilpres 2024 mendatang sedianya sedang melakukan pembunuhan karakter. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi.

Menurutnya, jika ada komentar dari siapa pun bahwa Jokowi menginginkan masa jabatan presiden tiga periode, kemungkinan yang bersangkutan bukan saja melakukan framing media yang berkonotasi negatif, tetapi sudah menjurus ke character assassination atau perusakan karakter.

“Dalam pasal 7 UUD 1945 amandemen pertama 19 Oktober 1999 menyatakan bahwa presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,” terangnya, Ahad (20/6/2021).

Ia pun mengatakan, Jokowi juga sudah mengambil sikap yang tegas dan menolak usulan agar dia kembali maju di Pilpres 2024. Karena itu, Yoga mengingatkan kepada pihak-pihak yang terus mendorong masa jabatan presiden tiga periode bahwa Presiden Jokowi sudah menolak ide atau wacana tersebut.

Yoga pun mengatakan bahwa PAN mengapresiasi ketegasan Jokowi itu lantaran sesuai dengan spirit reformasi.

“PAN mendukung pernyataan sikap Presiden Jokowi yang telah diungkapkan setahun lalu untuk menolak amandemen UUD 1945 untuk masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Sikap presiden sudah jelas, terang, konstitusional, dan terekam publik,” ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa kalangan mulai mendorong Jokowi maju sebagai calon presiden (capres) berpasangan dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, yang menjadi lawannya di dua kali pilpres sebelumnya, 2014 dan 2019.

Salah satunya komunitas Jokowi-Prabowo yang digagas M. Qodari. Qodari mengatakan alasan menjadi penggagas pembentukan komunitas Jokowi-Prabowo 2024 agar tidak terjadi polarisasi masyarakat seperti di Pilpres 2019.

“Penggagas pertama saya. Karena saya melihat masalah polarisasi di tahun 2024 itu kecenderungannya akan semakin menguat, lebih kuat dibandingkan 2014 dan 2019. Solusinya menggabungkan dua tokoh merupakan representasi terkuat masyarakat Indonesia, yaitu Prabowo dan Jokowo, sehingga polarisasi itu tidak terjadi,” katanya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here