Wakil Ketua PDM Ini Kenang Masa Lalunya di SD Muhammadiyah 9 Surabaya

0
70
Wakil Ketua PDM Surabaya Drs H Marjuki MA memberikan sambutan pada wisuda purnasiswa dan tahfidz Qur'an SD Muhammadiyah 9 Surabaya. (Nashiiruddin/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Drs H Marjuki MA hadir langsung dalam Wisuda Purnasiswa Ke-60 dan Tahfidz Qur’an Ke- 4 SD Muhammadiyah 9 Surabaya di Hotel Dafam Pacific Caesar Surabaya, Kamis (13/6/2024).

Dalam forum itu, dia juga mengajak para peserta dan tamu undangan yang hadir untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT. Dia turut mengenang ketika menjadi bagian dari keluarga SD Muhammadiyah 9 Surabaya.

“Bahwa 44 tahun yang lalu saya juga menjadi bagian terpenting, yaitu menjadi seorang pendidik di SD Muhammadiyah 9 Surabaya. Rasanya tidak asing lagi dengan SD Muhammadiyah 9. Tentunya saya juga ikut merasa bangga hari ini,” ujarnya.

Marjuki mengatakan, dulu sekolah ini berada di dekat Pantai Kenjeran Park ketika dirinya masih mengajar.

“Alhamdulillah sekarang sudah pindah di dekat Jembatan Suroboyo. Begitu terlihat megah dan luar biasa kemajuannya. Terutama tadi saya lihat di IT media sosialnya sudah luar biasa, tidak kalah dengan sekolah-sekolah besar Muhammadiyah lainnya,” ujarnya.

Marjuki yang juga sebagai alumni SD Muhammadiyah 8 Surabaya berpesan bahwa pendidikan itu bisa berhasil karena tiga hal. Pertama, di rumah. Kedua, di sekolah. Ketiga, di masyarakat.

“Kita diberi contoh oleh Allah SWT lewat Al-Quran. Saya yakin guru-guru di SD Muhammadiyah 9 Surabaya itu juga mengajarkan tentang hal ini,” katanya.

Pelajaran dari Surah Luqman

Pada surah Luqman ayat 12 sampai 19 Allah menampilkan bagaimana caranya mendidik anak. Luqman itu adalah orang yang berbangsa Mesir, pekerjaannya tukang kayu, oleh Allah diabadikan dalam Al-Quran karena cara mendidik anaknya.

“Anak-anak yang bersekolah di SD Muhammadiyah 9 juga diajarkan mengenai akidah keimanan dan itu sangatlah penting. Selamat tidak hidupnya anak-anak kita itu ya di situ. Kita lihat situasi dan kondisi masyarakat sekarang, kata orang Jawa tidak patek ngreken (tidak peduli, Red),” ujarnya.

Menurut dia, keimanan dan keyakinan anak-anak merupakan dasar manusia untuk hidup. Manusia hidup itu beriman dan berakidah kepada Allah dengan bersih tanpa melaksanakan kemusyrikan.

Itulah yang diajarkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Ketika sudah lulus dari SD harus melanjutkan ke SMP Muhammadiyah. Di situ akan ditekankan lagi dan diperdalam lagi mengenai hal-hal itu.

“Selanjutnya, surah Luqman ayat 14 Allah mengajarkan kepada kita untuk berakhlak. Menghormati kedua orang tua karena orang tua kitalah yang sudah mendidik kita dan sampai kepada ayat 19 tentang akhlak dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Bapak Ibu wali murid tugas kita yang pertama di rumah sebelum anak sekolah ya tugas Bapak dan Ibu wali murid di rumah merawat dan mendidik anak,” paparnya.

Kemudian, anak-anak disekolahkan di tempat yang benar. Setelah besar SMP atau SMA, mereka punya teman di masyarakat. Orang tua mencarikan teman yang benar. Sehingga nanti akan menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi kita semua.

“Anak yang shaleh adalah investasi orang tua dunia dan akhirat. Ketika Bapak Ibu nanti meninggal dunia atau masih hidup, alangkah indahnya ketika anak-anak itu tengah malam mengangkat tangannya untuk berdoa kepada Allah. Robbi firli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani soghiro. Ya Allah ampunilah segala dosa-dosaku dan dosa kedua orangtuaku, kasihanilah dia sebagaimana dia mengasihaniku saat masih kecil,” tuturnya.

Doa anak yang shaleh itu saat orang tuanya masih hidup maupun sudah meninggal akan terus mengalir. Maka dari itu, jadikan anak kita ini sebagai anak yang shaleh.

“Saya atas nama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid atas kepercayaan dan kerjasamanya yang sudah memercayakan sekolah di Muhammadiyah,” tandas pria berusia 66 tahun itu.

(Nashiiruddin/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini