Begini Kajian Islam Kontemporer dan Klasik Ala Al-Qossam

0
215
Majelis taklim: para peserta khidmad menyimak pemaparan pemateri.(Foto: Special)

KLIKMU.CO – “Al-Fatihah berarti membuka, jadi banyak diantara orang-orang yang ketika akan memulai kegiatan atau acara, mereka membukanya dengan surah Al-Fatihah.”

Demikian itu disampaikan Diky Syadqomullah Narasumber dalam memulai Kajian Tafsir Juz Amma di Masjid K.H. Mas Mansur UMSurabaya, Kamis (12/4) malam.

Nilam Rahayu menuturkan, kajian yang diselenggarakan Pimpinan Komisariat IMM Al-Qossam FAI (Fakultas Agama Islam) tersebut membahas tentang tafsir jus Amma secara berkelanjutan yang dimulai dari Surah Al-Fatihah.

Dalam kajian itu, setidaknya dihadiri sekitar 30 orang. Kata Nilam, acara tersebut tidak hanya diikuti dari mahasiswa FAI saja, namun dari luar FAI turut hadir meramaikan kajian tersebut.

Hal ini, lanjut dia, tentunya menjadi suatu kebanggan bagi seluruh jajaran IMM Al Qossam tentunya, di samping menuntut ilmu juga sebagai ajang membangun bersilaturahim dengan mahasiswa di luar FAI.

“Kajian Perdana ini, rencananya akan diselenggarakan secara continue (berkelanjutan) dalam membahas atau menafsirkan pokok kandungan dari juz Amma, yang kemarin telah dimuqoddimahi dari surah Al-fatihah oleh Ustadz Diky selaku pengisi kajian,” kata mahasiswa semester 5 ini.

Dalam kajiannya, Dikky menjelaskan sebagai ummat Islam wajib berhukum kepada Hukum Allah, karena Hukum yang Allah berikan adalah hukum yang sempurna, Rahmat bagi semesta alam. Rahmatan Lil’alamin.” Ungkap salah satu alumni IMM FAI UMSurabaya itu.

“Separuh Pendeta dari beberapa pendeta yg berusaha mengkaji Al-Quran di salah satu negara di benua Eropa, menjadi mualaf. Mengkaji hukum yang Allah tetapkan. Mereka meyakini bahwa hukum Allah adalah hukum yang sempurna. Melindungi setiap makhluk dan sangat adil,” ungkapnya tak lupa ia membubuhkan dengan kalimat-kalimat nasehat secara lugas.

Kegiatan kajian ini di tutup dengan sharing kecil antar anggota IMM Al Qossam sekaligus mencicip jajanan yang telah di sediakan. (Nilam/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here