Cara Belajar Guru Songsong Pendidikan Abad 21

0
276
Dosen UMM Dwi Setyawan menjadi pemateri pelatihan bahan ajar di SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang. (Rama/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Tridarma Perguruan Tinggi merupakan salah satu visi dari seluruh perguruan tinggi  yang ada di seluruh Indonesia. Sebagai bentuk perwujudan salah satu dari Tridarma Perguruan Tinggi itu, yakni pengabdian kepada masyarakat, FKIP UMM melaksanakan PPM di SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang.

Utusan dosen FKIP UMM menjalankan program Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Mobile Learning bagi Guru SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga bulan ke depan.

Kepala SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang Syaiin Kodir SPd merasa berbangga hati dengan dijadikan objek oleh tim PPM FKIP UMM sebagai tempat pengabdian. “Butuh asupan energi dan vitamin yang lebih dan banyak. Saya berharap dengan hadirnya TIM PPM FKIP UMM menambah khazanah keilmuan SDM. Sehingga kami terus akan melakukan inovasi dan terus bergerak sesuai dengan moto sekolah, yakni Do the Best for the Best,” papar alumnus Prodi Matematika UMM itu.

Syaiin menambahkan, melalui program ini, diharapkan guru SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang mampu dan lebih inovatif serta kreatif dalam hal membuat bahan ajar. Sebab, proses kegiatan belajar-mengajar tidak lepas dari yang namanya bahan ajar.

Dwi Setyawan, pemateri dalam acara ini, menyampaikan pentingnya pendidikan abad 21. Menurutnya, ada empat pilar pendidikan yang harus dipersiapkan guru untuk menyongsong abad 21. Yaitu, learning to how (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar untuk melakukan), learning to be (belajar untuk mengaktualisasikan diri sebagai mandiri yang berkepribadian), serta learning to live together (belajar untuk hidup bersama).

“Pendidikan yang membangun kompetensi partnership 21st Century learning, yaitu framework pembelajaran abad 21 yang menuntut peserta didik memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan di bidang teknologi, media dan informasi, keterampilan pembelajaran, inovasi, keterampilan hidup,” papar dosen Biologi UMM itu.

Ada tiga hal penting yang harus dipersiapkan untuk meraih pendidikan abad 21: infomasi, media dan teknologi, serta skill. “Kita memaksimalkan yang sederhana menjadi hal yang luar biasa. Kita menuju arah mobile learning terlebih dahulu dengan platform yang kami sudah terapkan di berbagai sekolah,” terangnya.

Dwi menambahkan, mereka nanti akan mendapatkan pendampingan secara intensif selama 3 bulan Dengan begitu, guru SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang akan menghasilkan sebuah produk bahan ajar. “Ke depan, kalau program ini berjalan lancar dan berhasil, bisa disosialisasikan kepada guru-guru yang ada di sekolah lain,” jelasnya.

Sementara itu, Kuncahyono MPd, pemateri lain, menyampaikan bahwa menjadi guru harus terus-menerus meningkatkan skill dan selalu istiqamah untuk menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. “SDM selalu meningkatkan skill dan selalu istiqamah. Setelah itu skill dilanjutkan dengan inovasi,” jelas dosen PGSD FKIP UMM tersebut.

Kuncahyono lantas memperkenalkan aplikasi MIT App Inventor sebagai aplikasi pembuatan bahan ajar. “Aplikasi MIT App Inventor ini merupakan aplikasi serbaguna. Dapat digunakan untuk pengendalian jarak jauh, otomatis menghidup dan mematikan sebuah lampu, juga bisa membuat aplikasi bahan ajar sesuai dengan kebutuhan penggunanya,” paparnya. (Rama/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here