Darul Arqam Tandai Terbentuknya Angkatan Muda Muhammadiyah Buduran

0
10
Para peserta Darul Arqam Angkatan Muda Muhammadiyah Buduran foto bersama. (Bayu Firdaus/KLIKMU.CO)

Sidoarjo, KLIKMU.CO – Kaum muda diajak untuk meningkatkan spiritualitas dan inovasi di era modern saat ini. Hal itu terungkap dalam Darul Arqam Angkatan Muda Muhammadiyah Buduran yang berlangsung di Masjid Al Furqon Dukuhtengah, Buduran, Sidoarjo, Ahad (24/3/2024).

Acara tersebut diadakan oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Buduran, Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Buduran, dan Pimpinan Cabang Tapak Suci Buduran.

Sebanyak 30 peserta berasal dari anggota PCPM, PCNA, Tapak Suci, serta Remaja Masjid Muhammadiyah di Kecamatan Buduran. Selain itu juga dibantu oleh Takmir Masjid Al Furqon selaku penggagas kegiatan Darul Arqam.

Anggi Erianti, ketua pelaksana Darul Arqam, menyebut bahwa peserta sangat antusias dari awal hingga akhir. Kegiatan ini juga merupakan pembuka dari terbentuknya AMM Kecamatan Buduran.

“Semoga materi-materi yang ada dapat memberikan manfaat kepada semua peserta yang merupakan kader penerus perjuangan Muhammadiyah, menjadi kader yang memiliki kekayaan ilmu agar dapat mengikuti perkembangan zaman serta siap menjadi calon pemimpin kelak,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk  meningkatkan spiritualitas dan menumbuhkan skill demi terbentuknya kader Muhammadiyah yang beriman, berdaya saing, sekaligus untuk menyemarakkan bulan Ramadhan 1445 H.

Pada kegiatan ini, peserta mendapatkan tiga materi dan wawasan pokok. Di antaranya adalah ketauhidan dengan pemateri Ustadz Ridwan SPd MPd sekretaris PCM Buduran. Kemudian manajemen organisasi yang diisi oleh Doni Rusmadiansyah Kabid Organisasi PDPM Sidoarjo. Terakhir pelatihan digital marketing menggunakan aplikasi Canva oleh Bagus Setiawan dari Serikat Usaha Muhammadiyah Sidoarjo.

Ajak Terapkan Empat Kultur

Usai membuka kegiatan Darul Arqam AMM Buduran, Fatkhul SPd menyampaikan sambutan. Pengurus Takmir Al Furqon itu menyampaikan fenomena lupa menerapkan empat standar berorganisasi yang baik.

“Banyak yang belajar organisasi dan berkecimpung di dalamnya, namun lupa akan kultur penting dan harus dilakukan,” ujarnya.

Fatkhul kemudian menjelaskan bahwa standar atau kultur dalam berorganisasi itu ada empat. Yaitu perencanaan yang didasari dengan ilmu pengetahuan dan memiliki sumber daya manusia serta materi.

Kemudian sistem yang harus tahu siapa yang akan menjalankannya dengan terorganisasi. Aktualing atau pelaksanaan sesuai pada rencana. Dan evaluasi pada setiap proses untuk perbaikan ke depan.

Jika ke empat standar kultur tersebut dapat kita lakukan dan kita pertahankan, organisasi ini nanti akan jelas arah tujuannya, bukan asal jalan saja.

“Hal Ini menggambarkan bahwa organisasi yang sekarang ini kita geluti masih belum sepenuhnya menerapkan empat kultur tadi,” ungkap Fatkhul yang membuat semua peserta antusias.

“Untuk itu, mari mulai dari kader muda inilah, kita semua dapat bersama berbenah memperbaiki dan melengkapi apa yang masih kurang demi terciptanya organisasi Muhammadiyah yang lebih baik lagi,” tandasnya.

(Bayu Firdaus/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini