Kapitalisasi Jaringan Kunci Gerakan Muhammadiyah di Era Modern

0
302
Ketua PWM Dr Saad Ibrahim MA saat mengisi acara Silaturrahim dan Musypimda II PDM Kabupaten Malang. (Nur/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Di era modern saat ini, Muhammadiyah harus memperkuat kapitalisasi jaringan. Tanpa itu, kemajuan gerakan Muhammadiyah ini akan mengalami pelambatan. Kapitalisasi jaringan juga salah satu kunci untuk pengembangan bangkitnya peradaban Islam.

Demikian pokok pikiran yang ditekankan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Dr Saad Ibrahim MA dalam acara Silaturrahim dan Musypimda (Musyawarah Pimpinan Daerah) II, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang. Acara diselenggarakan di Rayz UMM Hotel secara luring dan daring, Ahad (20/6/2021).

Menurut Saad, kapitalisasi jaringan begitu penting demi mempercepat kemajuan gerak organisasi. “Sebab, Muhammadiyah bukan sekadar gerakan amar makruf nahi mungkar. Ia juga didukung dengan kesadaran kapitalisasi jaringan. Amal usaha kita juga bersifat so$ial religius. Maka, AUM juga harus ikut menuju profit oriented. Itu semua untuk mendukung gerakan Muhammadiyah,” paparnya.

Saad kemudian mencontohkan PDM Lamongan, Lumajang, hingga Bojonegoro yang mempunyai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dengan orientasi itu, pengembangan gerakan Muhammadiyah lebih mandiri dan akan cepat gerakannya.

Ia juga mengingatkan kepada para peserta nusypimda bahwa kapitalisasi jaringan Muhamamdiyah belum optimal. Karena itu, perlu dikembangkan jalinan ke luar Islam. “Kita harus menengok ke luar pula. Kalau dahulu Barat belajar dari Islam karena peradaban kita maju, saat ini kita juga tak boleh enggan untuk belajar ke Barat. Mengapa? Karena peradaban saat ini tidak bisa lepas dari globalisasi akibat kemajuan pesat Barat. Ini juga untuk menyongsong bangkitnya peradaban Islam kedua,” terang dosen UIN Maliki Malang itu.

Bagi Saad, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bagian tak terpisahkan dari pengembangan kapitalisasi jaringan dan menyongsong peradaban Islam. Jaringan ke luar Muhammadiyah harus terus dibangun. Misalnya, mengapa Rumah Sakit Siloam berkembang pesat dan dipercaya masyarakat? “Itulah pentingnya kapitalisasi jaringan. Perkembangan di luar Muhammadiyah juga sudah pesat. Itu bisa dijadikan contoh Muhammadiyah,” tegasnya.

Dalam konteks organisasi, kata Saad, semakin banyak silaturrahim maka ada jaminan kebaikan dan surga. Jika warga Muhamamdiyah berkhidmad dalam organisasi, urusan finansial organisasi akan dibuka oleh Allah. Di dalamnya ada berkah. Kebaikan-kebaikan juga bertambah. Eksistensinya akan terlihat, berkembang, dan terus berkembang.

“Silaturrahim ada kapitalisasi. Tak hanya modal, tapi juga berkah. Itu semua bagian penting dari sebuah organsiasi,” tandasnya.

Acara Silaturrahim dan Musypimda ini juga dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi secara daring, para pimpinan PDM, majelis, dan lembaga. Tak kurang juga 33 PCM dan pengelola AUM dan ortom se-PDM Kabupaten Malang. (Nur/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here