11 Juni 2026
Surabaya, Indonesia
SekolahMu

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, SPEMJITU Luncurkan Botani, Laboratorium Alam untuk Ketahanan Pangan

Area Botani SPEMJITU siap menjadi tempat pembelajaran berbasis alam dan berkelanjutan. (Purwanto/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni, SMP Muhammadiyah 17 Surabaya (SPEMJITU) meluncurkan program Botani (Laboratorium Alam) sebagai bentuk komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang peduli lingkungan melalui pembelajaran berbasis alam dan keberlanjutan,

Peluncuran program tersebut diawali dengan kegiatan Green and Clean berupa aksi pembersihan lahan yang dilaksanakan, Jumat (5/6/2026). Seluruh warga sekolah bergotong royong membersihkan area yang nantinya akan dijadikan kawasan Botani, sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang asri, sehat, dan produktif.

Botani SPEMJITU akan dibangun di area Gedung I SMP Muhammadiyah 17 Surabaya dalam bentuk green house (rumah kaca) sederhana namun representatif. Berbeda dari taman sekolah pada umumnya, laboratorium alam ini difokuskan pada budidaya tanaman pangan dan rempah-rempah khas Nusantara.

Wakil Kepala SMP Muhammadiyah 17 Surabaya, Lisyi’matil Labibah SPdI, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa.

“Kami ingin siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami pentingnya ketahanan pangan dan kearifan lokal. Rempah-rempah seperti jahe, kunyit, kencur, serai, serta berbagai tanaman sayuran akan menjadi koleksi utama Botani ini,” ujarnya.

Lebih dari sekadar taman, Botani dirancang sebagai laboratorium tanaman sekaligus out learning center bagi siswa. Melalui program ini, peserta didik dapat mempelajari berbagai materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) secara langsung, mulai dari pertumbuhan tanaman, proses fotosintesis, ekosistem mini, hingga pengenalan bioteknologi sederhana.

Menurut Lisyi’matil Labibah, keberadaan laboratorium alam menjadi jawaban atas kebutuhan proses pembelajaran yang lebih konkret dan bermakna.

“Pembuatan laboratorium alam ini kami harapkan menjadi wadah bagi siswa untuk belajar langsung dari alam. Botani tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga sarana pendidikan, pengembangan bioteknologi, rekreasi edukatif, sekaligus tempat budidaya tanaman. Dengan demikian, pembelajaran IPA tidak lagi bersifat abstrak, melainkan nyata, menyenangkan, dan lebih bermakna bagi siswa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 17 Surabaya, Hidayat ST, mengapresiasi lahirnya inovasi tersebut sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis lingkungan.

“Ini adalah bentuk nyata pendidikan karakter berbasis lingkungan. Kami ingin siswa tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap alam dan ketahanan pangan. Botani adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” katanya.

Antusiasme juga datang dari para siswa. Salah satu siswa kelas VIII, Almer Ryden Mirza, mengaku senang dengan hadirnya fasilitas baru tersebut.

“Seru, bisa belajar tanaman sambil praktik langsung. Jadi lebih paham materinya,” ungkapnya.

Melalui program Botani, SMP Muhammadiyah 17 Surabaya berharap dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Program ini menjadi langkah nyata sekolah dalam mendukung pendidikan berkelanjutan, ketahanan pangan, dan pelestarian kearifan lokal di kalangan generasi muda.

(Purwanto/Muri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *