KLIKMU.CO – Siapa sangka inovasi beras artifisial berbahan ekstrak daun bayam merah bisa menjadi “tiket emas” untuk lulus sarjana tanpa harus menyusun skripsi. Prestasi membanggakan ini diraih oleh Nisrina Nabila Nasywa, mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2022. Tak sekadar lulus melalui jalur ekuivalensi, inovasi yang ia buat terbukti mampu menekan angka stunting di masyarakat.

Capaian gemilang mahasiswi asal Makassar ini berawal dari keaktifannya dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Riri, sapaan akrabnya, menginisiasi proyek bertajuk Stunting Free Zone with Gen Z yang berfokus pada pengentasan stunting di Kelurahan Tlogomas. Bersama timnya, ia menciptakan inovasi pangan berupa beras yang diperkaya dengan ekstrak bayam merah serta bahan alami kaya zat besi.
“Alhamdulillah, program kami tidak hanya sebatas riset di atas kertas, tetapi membawa dampak yang nyata. Dalam waktu empat bulan penerapan, angka stunting di wilayah tersebut berhasil menurun signifikan, dari 12 persen menjadi 6 persen,” ungkapnya, Kamis (23/4/2026).
Seakan tak pernah puas berkarya, ia kembali menorehkan prestasi di ajang PKM pada tahun berikutnya. Kali ini, ia menggagas proyek bertajuk Elder-Greens: Partisipasi Gen Z dalam Degradasi Stres Lansia dengan Pendekatan Hydroponic Serenity. Program ini sukses menembus tingkat nasional dan berujung pada kerja sama resmi dengan Pemerintah Kota Batu untuk diimplementasikan di lingkungan pondok lansia hingga saat ini.

“Melalui keberhasilan dan keberlanjutan proyek Elder-Greens ini, saya akhirnya mendapatkan ekuivalensi untuk lulus tanpa harus menulis skripsi. Rasanya bangga bisa berkontribusi membantu menurunkan tingkat stres para lansia melalui kegiatan hidroponik,” tambahnya.
Di balik kesuksesan riset dan pengabdiannya, Riri merupakan sosok yang dinamis. Ia mampu menyeimbangkan kehidupan akademis dengan berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri di kampus.
“Sejak semester dua, aku sudah bergabung di Humas sebagai reporter. Aku juga aktif di BEM Fakultas dan IMM. Selain itu, aku pernah meraih Juara 1 dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) 2023,” ujarnya.
Kepedulian sosial Riri juga tersalurkan melalui perannya sebagai relawan pendidikan. Ia rutin mengajar anak-anak dari kelompok marjinal, seperti anak pemulung dan kaum duafa, melalui program Sekolah Relawan. Agar materi lebih mudah dipahami, ia kerap menggunakan metode pembelajaran interaktif, salah satunya melalui teknik mendongeng.
Tak hanya aktif di lingkungan kampus dan sosial, Riri juga membekali diri dengan pengalaman profesional melalui program magang di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Jakarta pada tahun 2025. Selama empat bulan, ia terlibat dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) perusahaan.
“Walaupun hanya empat bulan, aku merasa mendapat banyak pengalaman berkesan. Di sana aku berkesempatan memberikan pelatihan kepada karyawan BUMN melalui psikotes training,” ceritanya.
Bagi Riri, seluruh pengalaman selama masa kuliah menjadi bekal penting untuk terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Menutup kisahnya, ia membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa agar berani mengeksplorasi potensi diri.
“Kalau ada kesempatan, langsung dijalankan saja asalkan konsisten dan percaya diri. Jangan ragu, kalau ada lomba atau kegiatan yang bisa menambah pengalaman, ikuti saja. Dari situ kita akan menemukan peluang,” tuturnya.
(Faqih/AS)








