13 September 2026
Surabaya, Indonesia
Berita

Dr Mulyana Bongkar Strategi Membesarkan Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah

Dr Mulyana AZ menyampaikan strategi membesarkan sekolah dan madrasah Muhammadiyah dalam kegiatan IHT Majelis Dikdasmen PDM Jombang, Jumat (11/9/2026). (Hasan/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jombang menggelar In-House Training (IHT) selama dua hari, Jumat–Sabtu (11–12/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membangkitkan dan menyehatkan kembali sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Kabupaten Jombang.

Narasumber utama dalam kegiatan tersebut, Dr Mulyana AZ SPd MSi, menyoroti kondisi sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Jombang yang dinilai memerlukan perhatian dan penanganan serius dari seluruh pihak pengelola pendidikan.

“Membesarkan sekolah/madrasah Muhammadiyah Jombang membutuhkan kesungguhan, kekompakan, kebersamaan, dan yang paling utama harus memiliki jiwa petarung. Melalui IHT dua hari ini, kita harapkan terjadi momentum kebangkitan bersama,” tegas Dr Mulyana di hadapan peserta.

Dr Mulyana menjelaskan, membesarkan sekolah berarti meningkatkan kualitas, reputasi, dan daya tarik lembaga di mata masyarakat. Untuk mencapai target tersebut, dia memaparkan tiga pilar strategi yang perlu diterapkan pimpinan sekolah dan madrasah.

Meningkatkan Jumlah Siswa dan SPMB

Strategi pertama berkaitan dengan peningkatan jumlah siswa dan pengelolaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara profesional. Menurut Dr Mulyana, sekolah perlu memperkuat pemasaran dan branding dengan memahami perbedaan antara marketing sebagai kegiatan promosi produk atau layanan dan branding sebagai upaya membangun citra lembaga yang kuat dan berkelanjutan.

Penguatan humas juga diperlukan untuk mengelola komunikasi internal dan eksternal secara aktif sehingga kepercayaan dan reputasi positif sekolah dapat dibangun. Promosi terbuka dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti lomba, pameran karya, dan Open House.

Sekolah juga perlu mengembangkan program unggulan baru yang fokus pada bidang tertentu agar memiliki pembeda dengan sekolah lain. Dari sisi fasilitas, pembaruan ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, hingga kantin yang bersih dan modern juga menjadi bagian dari strategi menarik minat masyarakat.

Kemitraan dengan sekolah lain turut menjadi perhatian. Dr Mulyana memaparkan pentingnya membangun kerja sama resmi dengan minimal 20 sekolah pembina atau mitra. Di sisi lain, sekolah juga perlu mengembangkan ekstrakurikuler berprestasi dengan menambah minimal dua jenis ekstrakurikuler baru setiap tahun yang dikelola koordinator dan pelatih profesional.

“Pengelolaan SPMB juga perlu dilakukan secara profesional melalui pembentukan panitia, workshop, rapat kerja, dan penyusunan masterplan SPMB yang terarah,” paparnya.

Meningkatkan Mutu Pendidikan Internal

Strategi kedua adalah meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan internal. Salah satunya melalui pengembangan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tantangan zaman.

Inovasi pembelajaran digital dan interaktif juga perlu diperkuat melalui penerapan Project-Based Learning serta integrasi teknologi pendidikan. Fasilitas pendukung seperti jaringan Wi-Fi di seluruh area sekolah, papan tulis interaktif, LCD proyektor, hingga sistem presensi Digital Fingerprint menjadi bagian dari pengembangan tersebut.

Menurut Dr Mulyana, peningkatan kualitas pendidikan juga tidak terlepas dari pengembangan sumber daya manusia guru. Kompetensi yang perlu diperkuat antara lain literasi teknologi, kemampuan berpikir kritis, adaptabilitas, dan manajemen kelas yang kreatif.

Perpustakaan juga diarahkan untuk bertransformasi dari sistem konvensional menuju perpustakaan berbasis digital sehingga memberikan akses referensi yang lebih efisien dan luas.

Strategi ketiga adalah penguatan reputasi, prestasi, dan penghargaan. Hal ini mencakup capaian akademik dan nonakademik, standardisasi lembaga, serta pemberian apresiasi kepada guru dan staf.

Melalui kegiatan IHT tersebut, Majelis Dikdasmen PDM Jombang berharap seluruh kepala sekolah, guru, dan pengurus majelis memiliki komitmen bersama untuk berbenah. Dengan demikian, sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Jombang dapat naik kelas menjadi sekolah unggulan dan pilihan utama masyarakat.

(Hasan/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *