Go International, SMPM 8 Batu Jalin Sister School dengan Attarkiah Thailand

0
12
Foto bersama SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu dan Attarkiah Islamic Institute usai penandatanganan nota kesepahaman di Hotel Rayz UMM pada Rabu (5/6/2024).

Malang, KLIKMU.CO – SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu menandatangani nota kesepahaman dengan Attarkiah Islamic Institute, Narathiwat, Thailand, di Hotel Rayz UMM pada Rabu (5/6/2024). Penandatanganan itu disaksikan langsung oleh mantan Atase Kebudayaan RI untuk Thailand D. Sony Wicaksono dan Staf KBRI Songkla Dr Abdul Meatam.

Penandatanganan MoU dan MoA yang dilakukan sekaligus ini dilandasi oleh kepedulian kedua pihak akan pentingnya international network yang menjadi salah satu kunci sukses memasuki era globalisasi yang penuh dengan kompetisi. Kedua institusi lebih cerdas dalam memaknai dan menghadapi tantangan global tersebut melalui kolaborasi yang dirupakan dalam bentuk sister school.

General Phaisan Toryib, License dan Manager Attarkiah menyambut baik inisiatif kerjasama yang dikukuhkan dalam program sister school ini.

“Kedua pihak dapat langsung melakukan komunikasi, koordinasi, dan konsolidasi untuk merealisasikan programnya. Banyak alternatif kegiatan yang bisa dilakukan secara bersama atau secara bergantian. Pertukaran siswa (students movement) dapat mengawali kegiatan sister school ini. Siswa diberi kesempatan mengenali bahasa dan budaya dengan cara tinggal bersama orang tua siswa,” harap Phaisan Toryib, owner Attarkiah Thailand.

Sementara itu, Nurwidodo, mewakili Majelis Dikdasmen PDM Kota Batu dan SMP Muhammadiyah 8 Batu, menyampaikan bahwa globalisasi (internasionalisasi) merupakan salah satu tantangan sekolah saat ini dan di masa mendatang. SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu menyadari hal itu. Sekolah memiliki komitmen mengantarkan siswa-siswinya untuk siap memasuki era global yang berbasis pada kecakapan internasional.

Menurutnya, sister school antara kedua lembaga akan menjadi pintu gerbang SMP Muhammadiyah 8 Batu untuk meningkatkan kualifikasi sekolah menuju kelas internasional.

“Langkah awal ini harus ditindaklanjuti dengan pengembangan iklim akademik sekolah, misalnya dengan pemberlakuan kebiasaan berbahasa Inggris di hari tertentu, penempelan pamflet di dinding sekolah dengan bahasa inggris, dan sebagainya. Sebaliknya, Attarkiah juga dapat memetik manfaat untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia melalui civitas SMP Muhammadiyah 8 Batu,” terang dosen Pendidikan Biologi FKIP UMM tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa bahasa dan budaya Indonesia telah menjadi bahasa internasional yang dipelajari oleh beberapa negara, seperti Australia, Belanda, Jepang, Korea, Filipina, dan Thailand.

Melalui sister school ini, kedua pihak akan bertukar informasi dan pengetahuan mengenai sekolah masing-masing. Profil dan aktivitas sekolah menjadi konten yang sering dipertukarkan untuk dijadikan bahan pembanding dalam kerangka meningkatkan reputasi sekolah. Bagi siswa, kegiatan pertukaran pelajar yang menjadi menu utama sister school memiliki manfaat yang luar biasa.

“Bepergian dan menjadi siswa di sekolah asing adalah pengalaman berharga. Pengalaman tersebut dimulai dari mempersiapkan diri dalam pengetahuan bahasa dan budaya, pengurusan paspor, tiket pesawat, dan lain-lain yang merupakan hal baru yang berkesan bagi siswa di samping konten utama dari pertukaran pelajar dalam koridor sister school ini,”  dosen yang banyak menjadi inisiator kerja sama sekolah Indonesia dan Thailand tersebut.

(Husamah/AS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini