Hamas, Manusia Terowongan yang Membuat Israel Frustrasi

0
227
Hamas, Manusia Terowongan yang Membuat Israel Frustrasi. (Getty Images)

Oleh: Ace Somantri

KLIKMU.CO

Berkecamuk perang setiap saat menjadi kegiatan rutin seolah-olah direncanakan dengan time table yang sudah disepakati para pihak. Desing suara tumpahan peluru dan roket, dentuman rudal, serta muntahan mortir dalam tank baja telah menjadi pemandangan sehari-hari bak mainan tak ubahnya seperti dalam game. Bercak dan aliran darah korban yang tertembak pun seolah penghias alam di atas tanah dalam reruntuhan bangunan. Wajah-wajah penuh takut anak-anak lambat laun berubah menyimpan rasa bahagia penuh harap menjadi sosok manusia hidup sebagai mujahid nan mulia dan meninggal dalam kesyahidan.

Gaza salah satu kota terkenal di dunia, hampir dipastikan tidak ada satupun umat manusia tak mengetahuinya. Di kota tersebut menyimpan segudang asa, rintihan para korban tersiar kabar ke berbagai penjuru dunia. Mereka yang hidup di Gaza adalah manusia-manusia hebat, sekalipun ada dalam bayang-bayang dentuman bom, rudal, dan mortir. Tawa riang anak-anak Gaza direnggut seketika oleh serakahnya negara Zionis Israel hingga dalam waktu singkat menjadi kelam gelap gulita karena listrik padam total akibat seluruh infrastruktur hancur sehancur-hancurnya.

Iba orang-orang di seluruh dunia memuncak, boikot produk-produk Zionis Israel dan terlontar kutukan-kutukan bagi tentara yang menyerang Gaza. Tak bergeming PM Netanyahu terus membombardir hingga serangan darat dengan ratusan tank markava yang konon kabarnya tercanggih di dunia.

Sementara yang diserang sekelompok kecil militan masyarakat di kota Gaza namanya Hamas. Mereka kumpulan orang-orang hebat yang berjuang demi kemerdekaan hakiki untuk negaranya Palestina. Semangatnya tak terbendung demi untuk kemerdekaan negaranya hingga tidak peduli jiwa, raga, dan harta hilang.

Sangat miris dan ironis di era dunia antikolonialisme dan imprealisme, Zionis Israel dengan syahwat nafsunya terus-menerus menganeksasi berbagai wilayah di daratan Palestina. Namun, hanya Gaza yang sulit untuk direbut dan ditaklukkan oleh Zionis Israel. Orang-orang Gaza memang hebat, sekelompok kecil Hamas mampu melawan sebuah negara yang memiliki kekuatan militer superpower sehingga tidak ada dunia mana pun negaranya memliki Iron Dome seperti Zionis Israel.

Menakjubkan, dalam waktu yang tak diduga Zionis Israel dikejutkan dengan serangan badai Al Aqsa telah merontokkan reputasi Israel di mata dunia hingga malunya tidak kepalang. Sekelas negara dengan peralatan militer canggih mampu dijebol dengan peralatan militer terbuat dari rongsokan. Sesumbar dalam waktu singkat akan menghabisi Hamas, namun faktanya ratusan ribu tentara menyerbu melalui udara, darat, dan laut tak mampu menumpasnya.

Justru yang diterima oleh tentara IDF Zionis Israel reruntuhan gedung kota Gaza menjadi kuburan kematian mereka, termasuk tank markava menjadi kuburan hingga gosong. Jeritan para tentara IDF menghadapi Hamas tak terelakkan membuat traumatik hingga menangis histeris sangat ketakutan.

Beredar kabar dari mereka tentara IDF mengatakan bahwa mereka berperang dengan hantu yang sulit ditembak dan mudah menghilang. Taktik dan strategi perang Zionis Israel dipaksa oleh hawa nafsu angkara murka, sementara Hamas dengan sipirit jihad sangat berbanding terbalik hingga membuat sangat berbeda dalam dalam membangun spirit berperangnya tentara di kedua belah pihak.

Markava tank tercanggih pun oleh Hamas hanya dihancurkan dengan roket dan mortir sederhana. Iron dome saja kalang kabut tak mampu membendung serangan Hamas apalagi hanya jenis tank. Buktinya puluhan hingga ratusan tank hancur lebur oleh Hamas tanpa ampun, termasuk buldozer menjadi bangkai di tanah Gaza bersama tentaranya.

Taktik perang yang terkenal di Gaza yaitu menggunakan terowongan sebagai jalan dan basis perlawanan Hamas terhadap Zionis Israel. Hamas manusia hebat, boleh dikatakan saat ini sebagai manusia terowongan. Taktiknya membuat frustrasi Zionis Israel, keberadaannya sulit dilacak dengan teknologi canggih sekalipun. Walaupun banyak lubang yang diindikasikan tempat jalan menuju markas Hamas selalu menjadi jebakan kematian tentara Zionis Israel.

Bingung setengah mati bagi Netanyahu, Hamas si manusia terowongan sulit dihabisi hingga membuat frustrasi Zionis Israel. Secara material Zionis Israel mengalami kerugian sangat luar bisa. Harga tank markava yang berharga puluhan miliyaran rupiah hancur dengan mortir yang berharga jutaan rupiah. Hal tersebut sangat menyakitkan hati yang semakin frustrasi.

Kemenangan Hamas memang diakui dunia pada akhirnya. Bukan hanya saat badai Al Aqsa menjadi momentum kemenangannya, saat serangan darat dilakukan Zionis Israel pun telah menunjukkan kehebatan taktik perang Hamas yang mengakibatkan kerugian materi sehingga mencapai trilyunan rupiah merugi, apalagi jumlah tentara yang meregang nyawa tidak berbanding melainkan lebih banyak tentara IDF Zionis Israel meninggal dunia dengan tragis karena taktik gerilya terowongan membuat semakin stres dan depresi bagi tentara IDF Zionis Israel.

Akhirnya bertindak marah tak karuan saking frustrasinya, niat mengejar dan akan menghabisi Hamas tak kunjung dapat. Tanpa belas kasihan karena marah pada situasi kondisi kemudian membabi buta menyerang warga sipil usia anak-anak dan para wanita yang tak berdosa. Keterlaluan dan sangat keji, muntahan peluru dan bom hanya menyerang dan membombardir warga sipil yang tak berdaya. Sangat memalukan dan memilukan tak berprikemanusiaan pos-pos camp warga sipil dan fasilitas publik dirudal dan dibombardir tanpa ampun. Picik dan licik, tidak gentle man menghadapi Hamas tak mampu malah menyerang warga sipil yang tak bersenjata dan tak berdaya. Jumlah korban jiwa warga sipil usia anak dan wanita sangat banyak, hingga pantas Netanyahu dikategorikan penjahat perang yang harus diseret pengadilan kriminal dunia.

Merdeka… mulia atau mati syahid bagi warga Palestina, apalagi warga kota Gaza, khususnya militan Hamas. Dengan fenomena peperangan yang terjadi, Hamas telah menunjukkan reputasi di mata dunia. Taktik perang darat laut dan udara menuai pujian, dengan peralatan perang relatif sederhana dapat memenangkan perang melawan negara dengan alutsista canggih. Ibarat gajah melawan semut, begitu kira-kira jika digambarkan dalam perumpamaan. Semut kapan saja masuk dalam lubang tanah sedalam dia mengendaki, dan gajah sulit masuk ke dalam lubang tanah karena badannya besar yang tak mungkin mengecilkan diri akibat dungu.

Begitu pun Zionis Israel karena dirinya merasa besar sehingga kedunguan menutup akal sehat untuk menembus terowongan milik Hamas. Kefrustrasian Zionis Israel ditunjukkan dengan semakin tertutupnya akal sehat. Hal itu terbukti tentara IDF Zionis Israel hanya demi ulang tahun anaknya tanpa ragu melepaskan rudal sebuah bangunan di kota Gaza. Tindakan tersebut diluar nalar akal sehat seorang tentara, kode etik perang sudah tidak berlaku bagi IDF Zionis Israel.

Hamas memenangkan perang saat tekanan gencatan senjata beberapa hari ini. Zionis Israel harus tunduk dan takluk akan permintaan militan Hamas. Para sandera warga sipil Israel diperlakukan sangat penuh kasih sayang, hingga tak diduga sandera yang dilepas melakukan press conference depan media mengatakan dengan jujur bahwa Hamas tak seburuk yang diinformasikan media-media Zionis Israel dan mereka sangat baik, begitu inti yang dibicarakan sandera yang dilepas.

Dari peristiwa tersebut membuat kebakaran jenggot bagi petinggi elit-elit Zionis Israel termasuk Netanyahu. Akibatnya press conference tersebut dikecam oleh penguasa Zionis Israel karena dianggap menyebarkan berita bohong, begitulah kalau dalam keadaan pemimpin depresi dan frustrasi. Saat warganya berkata jujur dibilang bohong, apalagi wajib militer bagi remaja usia 18 tahun menolak kebijakan pemerintah Zionis Israel terlebih ada hukuman apabila tidak ikut akan dipenjara. Hal tersebut semakin menunjukkan bahwa Zionis Israel dalam posisi terdesak dan tertekan akan ketakutannya pada tentara militan Hamas yang nggak ada takutnya.

Gencatan senjata 4 hari berhenti perang bukti kemenangan bagi Hamas Palestina. Saling tukar tahanan dan sandera terjadi, pekik takbir warga Gaza yang ditahan Zionis Israel sambil memuji militan Hamas. Sementara para sandera warga sipil Israel dilepas dengan penuh bahagia dengan senyuman tulus sambil melambaikan tangan kepada para militan Hamas, terlihat para sandera diperlakukan dengan baik penuh kasih sayang.

Kemenangan Hamas dapat acungan jempol semua pihak, namun membuat malu, depresi, dan frustrasi bagi Netanyahu dan Zionis Israel lainnya. Kedunguannya telah menunjukkan kelemahan dan ketidakwarasan di depan warga dan rakyatnya. Rasa nyaman bagi para sandera warga Israel yang mendapatkan perlakuan baik telah memberi informasi dan pesan pada dunia bahwa Hamas yang selama ini distigmakan kelompok teroris oleh Zionis Israel dan sekutunya ternyata dibantah oleh warga Israel mereka adalah orang-orang hebat yang memiliki sifat kemanusiaan.

Pemutarbalikan fakta dan realita oleh Zionis Israel, bentuk karakter dasar jahat mereka. Sehingga tidak ada alasan negara-negara di dunia untuk memberikan dukungan tanpa syarat kemerdekan mutlak bagi negara Palestina. Aamiin. Wallahu’alam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini