KLIKMU.CO – Siswa Sekolah Inovatif Jagir SD Muhammadiyah 7 Surabaya mengikuti Kelas Alam bersama siswa kelas 4 Ibnu Haytam di Taman Flora Surabaya, Senin (7/9/2026). Kegiatan diawali dengan shalat dhuha, kemudian dilanjutkan pembelajaran PJOK melalui permainan kasti sederhana.
Guru PJOK SD Muhammadiyah 7 Surabaya Miqdad Lazuardi SH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Sekolah Sehat dan Aktif. Melalui permainan kasti yang dimodifikasi, siswa dapat mempraktikkan tiga gerak dasar PJOK sekaligus.
“Anak-anak zaman sekarang kurang gerak. Lewat kasti sederhana ini kita kemas tiga gerak dasar PJOK sekaligus, biar mereka nggak kerasa lagi belajar,” ujarnya.
Permainan kasti dibuat lebih sederhana agar seluruh siswa dapat mengikuti kegiatan dengan aman. Setiap tim terdiri dari tiga orang dan menggunakan bola kasti plastik ringan, bukan bola tenis. Dalam permainan tersebut, siswa dari tim pemukul berusaha memukul bola dengan benar, sedangkan tim penjaga berusaha melempar bola untuk mengenai kun sebelum pemukul sampai di tiang hinggap. Bola tidak diarahkan ke badan pemain.
Melalui permainan tersebut, siswa mempraktikkan gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Gerak lokomotor dilakukan ketika siswa berlari dari tempat pemukul menuju tiang hinggap atau mengejar bola yang dipukul lawan. Gerakan ini melatih kecepatan, kelincahan, dan daya tahan.
Sementara itu, gerak non-lokomotor dilakukan saat siswa menjaga keseimbangan dan posisi, seperti membungkuk mengambil bola, memutar badan ketika bersiap menangkap, serta mengayunkan tangan untuk memberi semangat kepada tim. Gerakan tersebut melatih keseimbangan, kelentukan, dan koordinasi.
Adapun gerak manipulatif menjadi bagian utama dalam permainan kasti. Siswa berlatih melempar bola kepada pelambung, memukul bola dengan pemukul kayu, dan menangkap bola dari teman. Kegiatan ini melatih koordinasi mata dan tangan, akurasi, serta kekuatan.
Detektif Panca Indera
Setelah pembelajaran PJOK, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran Kelas Alam bertema menjadi detektif panca indera di alam. Siswa diajak mengenali fungsi lima panca indera, yaitu mata, telinga, hidung, kulit, dan lidah melalui aktivitas langsung di lingkungan sekitar.
Dengan menggunakan mata, siswa mengamati lingkungan sekitar dan menggambar tiga hal yang mereka lihat di alam. Kemudian, siswa memejamkan mata selama satu menit untuk mendengarkan suara alam, termasuk suara hewan, lalu menuliskan tiga suara yang didengar.
Pada kegiatan berikutnya, siswa menggunakan hidung untuk mengenali aroma bunga dan daun. Mereka juga menggunakan kulit untuk merasakan tekstur pohon dan batu. Sementara itu, fungsi lidah dikenalkan melalui kegiatan mencicipi buah-buahan yang telah dibawa dan mendeskripsikan rasanya.
Setelah menyelesaikan LKPD, siswa melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan tentang indera yang paling membantu selama Kelas Alam, menuliskan salah satu manfaat panca indera, serta mengucapkan kalimat syukur kepada Allah SWT.
Hasil pengamatan kemudian dipresentasikan di depan teman-teman. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenal fungsi panca indera, tetapi juga mengembangkan kemampuan mengamati, menuliskan hasil temuan, dan menyampaikan hasil pembelajaran.
Salah seorang siswa, Gorrand Agra Dewantara, mengaku senang mengikuti Kelas Alam di Taman Flora.
“Kegiatan Kelas Alam ini menyenangkan sekali, saya bisa belajar panca indera dan olahraga kasti di Taman Flora,” ujarnya.
(Habib Amrullah/AS)








