13 September 2026
Surabaya, Indonesia
AUM Panti Asuhan

Kepala LKSA Al-Qolam Resmi Dilantik, Sekretaris PDM Surabaya Tekankan Pengelolaan Berbasis Tauhid

Sekretaris PDM Kota Surabaya H. Catur Anang Hutoyo MPd menyerahkan surat keputusan Kepala LKSA Al-Qolam di Gedung Dakwah Muhammadiyah Asemrowo, Rabu (5/8/2026). (Ferry Yudi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Asemrowo resmi melantik Kepala Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Qolam Dzanur Ro’in MPd pada Rabu (5/8/2026), di Gedung Dakwah Muhammadiyah Asemrowo, Surabaya.

Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran LKSA Al-Qolam sebagai lembaga yang tidak hanya memberikan pelayanan sosial kepada anak-anak, tetapi juga menjadi pusat pembinaan karakter, pendidikan, dan dakwah yang berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya H. Catur Anang Hutoyo MPd, jajaran PDM Kota Surabaya, PCM Asemrowo, Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS), pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Pengelolaan LKSA Berbasis Tauhid

Dalam arahannya, Catur Anang Hutoyo menegaskan bahwa mengelola LKSA bukan sekadar menjalankan administrasi lembaga, melainkan mengemban amanah dakwah dan kemanusiaan yang bernilai ibadah.

Dia menyampaikan empat pesan utama kepada Kepala LKSA Al-Qolam yang baru dilantik.

Pertama, seluruh pengabdian harus diniatkan karena Allah SWT dengan membangun pengelolaan berbasis tauhid. Menurutnya, tauhid harus menjadi ruh dalam setiap kebijakan, pelayanan, dan program yang dijalankan. Ketika seluruh aktivitas diniatkan sebagai ibadah, setiap langkah akan melahirkan keikhlasan, tanggung jawab, integritas, serta keberkahan dalam mengelola amanah anak-anak asuh.

“Jadikan tauhid sebagai fondasi kepemimpinan. Ketika Allah menjadi tujuan utama, maka setiap keputusan akan berpihak pada kemaslahatan umat dan keberlangsungan dakwah,” pesannya.

Kedua, memperluas jaringan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, pengembangan LKSA tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga filantropi, perguruan tinggi, komunitas, maupun berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan anak.

Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang lahirnya berbagai program inovatif yang mampu meningkatkan kualitas layanan dan pemberdayaan anak-anak binaan.

Ketiga, membangun komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan. Ia menilai komunikasi yang terbuka, santun, dan berkesinambungan merupakan kunci membangun kepercayaan publik.

Hubungan yang harmonis dengan orang tua atau wali, donatur, pemerintah, masyarakat, serta keluarga besar Muhammadiyah akan memperkuat eksistensi LKSA sebagai lembaga yang profesional, amanah, dan terpercaya.

Keempat, menggelorakan dakwah melalui media sosial. Di era digital, media sosial menjadi sarana strategis untuk menyebarluaskan inspirasi, transparansi program, serta berbagai aktivitas positif LKSA.

Melalui publikasi yang konsisten, masyarakat akan semakin mengenal kiprah LKSA Al-Qolam sehingga dukungan, partisipasi, dan kepedulian terhadap anak-anak binaan dapat terus meningkat.

“Media sosial bukan sekadar ruang informasi, tetapi juga media dakwah, edukasi, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap gerakan Muhammadiyah,” ujarnya.

Langkah Cepat dan Terukur

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Surabaya Ferry Yudi Antonis Saputro mendorong kepengurusan baru agar segera bergerak secara sistematis.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan setelah pelantikan ialah menata dan melengkapi struktur organisasi LKSA Al-Qolam sehingga setiap bidang memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang jelas.

Selanjutnya, pengurus diminta segera menyusun program kerja strategis yang realistis, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan serta kepentingan terbaik bagi santri dan anak-anak binaan. Program tersebut diharapkan mampu menjawab tantangan zaman melalui penguatan pembinaan karakter Islami, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan keterampilan hidup, serta kemandirian anak.

Ferry juga mengingatkan agar program kerja tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.

“Rencana yang baik harus diwujudkan dalam aksi nyata. Karena itu, setelah program tersusun, segera lakukan eksekusi secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para santri dan masyarakat,” tegasnya.

Pelantikan Kepala LKSA Al-Qolam diharapkan menjadi awal penguatan tata kelola lembaga yang profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Dengan semangat kolaborasi, pengelolaan berbasis nilai-nilai tauhid, serta dukungan seluruh Persyarikatan Muhammadiyah, LKSA Al-Qolam PCM Asemrowo diharapkan mampu menjadi lembaga kesejahteraan sosial yang unggul dalam pelayanan, pembinaan karakter, pemberdayaan anak, dan dakwah kemanusiaan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

(Ferry Yudi/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *