5 Juli 2026
Surabaya, Indonesia
Berita

LDK PP Muhammadiyah Gembleng 21 Dai sebelum Terjun ke Daerah 3T

Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin MAg membuka Bimbingan Teknis Dai Daerah 3T Tahun 2026 yang digelar secara daring, Sabtu (4/7/2026). (Tangkapan layar/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Daerah 3T Tahun 2026 sebagai pembekalan bagi para dai yang akan menjalankan misi dakwah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia.

Bimtek yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (4/7/2026), diikuti 21 dai terpilih yang lolos melalui proses seleksi ketat dari ratusan pendaftar di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi tahapan penting sebelum mereka diterjunkan ke daerah pengabdian.

Selain memperkuat pemahaman ideologi dan strategi dakwah Muhammadiyah, peserta juga dibekali wawasan sosial, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat lokal, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari pengembangan dakwah di era modern.

Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin MAg menegaskan bahwa menjadi Dai Komunitas Muhammadiyah merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

“Dari ratusan peserta yang mendaftar, Allah memberikan amanah kepada 21 orang untuk menjadi dai di daerah 3T. Ini bukan sekadar lulus seleksi, tetapi sebuah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, Persyarikatan, dan masyarakat yang akan didampingi,” ujarnya.

Menurut Arifin, daerah 3T memiliki karakteristik yang berbeda dengan wilayah perkotaan. Para dai akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses transportasi dan fasilitas hingga kondisi sosial budaya yang beragam. Karena itu, kesiapan mental, spiritual, dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal utama.

“Menjalankan amanah sebagai dai di daerah 3T bukanlah amanah yang ringan. Akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun ketika amanah itu dijalankan dengan ikhlas karena Allah SWT, insyaallah semuanya akan menjadi ringan. Yakinlah bahwa setiap langkah dakwah yang diniatkan karena Allah akan selalu mendapatkan pertolongan dan keberkahan-Nya,” pesannya.

Dia juga mengingatkan bahwa dakwah di daerah 3T tidak cukup hanya dengan kemampuan berceramah. Seorang dai harus mampu hidup bersama masyarakat, memahami budaya setempat, menjadi pendamping umat, membangun kemandirian, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan mubaligh yang pandai berbicara, tetapi juga sosok yang mau mendengar, peduli, membersamai, dan memberikan keteladanan. Jadilah dai yang membawa harapan, menghadirkan kegembiraan, dan menguatkan masyarakat melalui dakwah yang mencerahkan,” tambahnya.

Sebagai bekal sebelum diterjunkan ke lapangan, peserta memperoleh materi dari sejumlah narasumber yang merupakan tokoh dan pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dr Tohirin MPdI menyampaikan materi Risalah Islam Berkemajuan dan Strategi Dakwah Komunitas yang menguatkan pemahaman ideologi Muhammadiyah sekaligus strategi dakwah yang adaptif.

Selanjutnya, Dr Suhardin SAg MPd membawakan materi Sosiologi Dakwah dan Wawasan tentang Daerah 3T untuk memperkaya pemahaman peserta mengenai karakteristik sosial, budaya, dan tantangan masyarakat di wilayah pengabdian.

Sementara itu, Dr Zailani SPdI MA memberikan pembekalan mengenai penguatan kompetensi dan karakter dai agar mampu menjalankan dakwah secara arif, moderat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Adapun Kamarul Zaman SE MAk menyampaikan materi Strategi Dakwah Digital dan Pelaporan Dakwah yang mendorong para dai memanfaatkan teknologi informasi sebagai media dakwah sekaligus membangun sistem pelaporan yang baik dan akuntabel.

Melalui Bimtek ini, LDK PP Muhammadiyah berharap seluruh Dai Komunitas memiliki kesiapan yang utuh sebelum diterjunkan ke daerah pengabdian. Mereka diharapkan menjadi ujung tombak dakwah Muhammadiyah yang tidak hanya menyampaikan ajaran Islam, tetapi juga memperkuat pendidikan, pemberdayaan masyarakat, ketahanan sosial, serta menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan umat di wilayah 3T.

Menutup sambutannya, Muchamad Arifin mengajak seluruh peserta menjaga semangat pengabdian dan menjadikan dakwah sebagai jalan menebar kemanfaatan.

“Pergilah dengan hati yang tulus, tetaplah rendah hati, cintai masyarakat tempat saudara mengabdi, dan jadilah wajah Muhammadiyah yang menghadirkan Islam yang mencerahkan dan menggembirakan. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah dakwah kita,” pungkasnya.

(Nashiiruddin/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *