KLIKMU.CO – Gebyar Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kota Surabaya di Universitas Muhammadiyah Surabaya berlangsung semarak, Ahad (5/7/2026). Seluruh majelis dan lembaga dilibatkan untuk menyukseskan peringatan milad, termasuk Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan yang dikoordinasikan oleh Any Farida.

Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan menghadirkan berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya bazar sembako murah bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur yang menyediakan 1.500 paket sembako murah bagi masyarakat.
Selain itu, bekerja sama dengan Lazismu Kota Surabaya, majelis ini juga menyalurkan 109 paket sembako gratis bagi warga yang membutuhkan serta menyediakan 109 paket sembako tebus murah seharga Rp20.000 yang berisi beras, gula, minyak goreng, dan mi instan.
Tak hanya itu, Majelis Ekonomi juga menggelar penjualan baju layak pakai hasil donasi masyarakat dengan harga terjangkau.

Any Farida menjelaskan, seluruh hasil penjualan dari kegiatan Milad akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan sosial maupun pelatihan gratis.
“Semua hasil penjualan akan kami kembalikan lagi kepada masyarakat melalui kegiatan sosial ataupun pembiayaan pelatihan gratis. Inilah wujud dakwah kemanusiaan yang membawa kedamaian di tengah masyarakat, sejalan dengan tema Milad Aisyiyah tahun ini,” ujarnya.
Di balik terselenggaranya berbagai kegiatan tersebut, terdapat kerja keras tim Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan yang telah melakukan persiapan sejak sepekan sebelum pelaksanaan acara. Rumah PLTP2M Aisyiyah Kota Surabaya dijadikan sebagai basecamp untuk menerima, menyortir, dan mengemas berbagai donasi yang masuk.
Tim juga berkeliling menjemput donasi sembako dari para dermawan serta menyortir baju layak pakai sebelum dipasarkan kepada masyarakat. Tidak semua pakaian yang diterima dapat dijual kembali karena harus memenuhi standar kelayakan.
Retno, sekretaris majelis, menuturkan bahwa seluruh tim berbagi tugas selama masa persiapan.
“Kami mempersiapkan kegiatan ini sejak satu minggu sebelum hari H. Kami berbagi jadwal piket untuk menjaga basecamp karena sewaktu-waktu ada dermawan yang datang memberikan donasi. Kami juga bergantian mengambil donasi ke rumah para donatur. Semua ini kami lakukan sebagai wujud cinta kami kepada Aisyiyah, tempat kami berdakwah dan menggaungkan ajaran Islam,” tuturnya.
(Yayuk/AS)








