KLIKMU.CO – Inovasi kemasan makanan ramah lingkungan EcoBarrier besutan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mencatat capaian positif. Produk yang dikembangkan dalam ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut berhasil terjual sebanyak 6.400 pcs.
Capaian tersebut menunjukkan respons positif pasar terhadap EcoBarrier sebagai solusi kemasan bebas plastik. Produk ini dikembangkan dalam dua varian, yakni paper cup dan paper bowl, yang keduanya mendapat respons baik dari konsumen.
Ketua tim pengembang EcoBarrier, Izzul Maula, mengatakan capaian penjualan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat dan pelaku industri terhadap kemasan yang aman sekaligus ramah lingkungan semakin tinggi.
“Capaian penjualan 6.400 pcs ini menjadi bukti bahwa masyarakat dan pelaku usaha mulai sadar akan pentingnya beralih dari kemasan plastik sekali pakai ke alternatif yang lebih aman dan mudah terurai,” ujar Izzul.
Keunggulan EcoBarrier
EcoBarrier merupakan kemasan kertas antimikroba dan biodegradable dengan lapisan kitosan Tenebrio molitor yang berfungsi sebagai penghalang air dan minyak.
Menurut Izzul, keunggulan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong minat konsumen, khususnya pelaku usaha makanan dan minuman yang membutuhkan kemasan sekali pakai sekaligus ramah lingkungan.
Sebelum dipasarkan, tim mahasiswa melakukan serangkaian riset dan uji coba formulasi lapisan kitosan pada kertas. Pengujian meliputi ketahanan terhadap rembesan air dan minyak serta kemampuan antimikroba.
Proses pengembangan tersebut turut memperkuat kepercayaan konsumen terhadap kualitas EcoBarrier.
Perluas Pasar
Dengan capaian penjualan yang mencapai ribuan pcs, tim EcoBarrier optimistis mengembangkan produk tersebut ke skala produksi yang lebih besar. Pengembangan selanjutnya diarahkan agar EcoBarrier dapat diproduksi secara massal dan menjangkau pasar yang lebih luas, baik pelaku industri kuliner maupun masyarakat umum.
Capaian penjualan tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kitosan sebagai biomaterial alternatif yang selama ini kurang dieksplorasi. Hal ini menjadi langkah awal menuju produksi berkelanjutan berbasis riset kampus.
Capaian EcoBarrier menunjukkan inovasi mahasiswa tidak berhenti pada tahap riset dan kompetisi, tetapi juga dapat diterima pasar. Produk tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Umsura dalam menghadirkan solusi berbasis riset untuk mengatasi persoalan limbah kemasan plastik.
(Maheswari Ayu Pratiwi/AS)








