Waspada, King Kobra yang Viral Itu Ternyata Juga Muncul di Jombang

0
463
Anak kobra yang ditemukan do Mojoagung Jombang dimasukkan di dalam botol. (Zeny Komariyah/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – King kobra yang awalnya santer diberitakan dari daerah belahan barat Pulau Jawa kini mulai merambah ke arah timur. Salah satunya di Perum Riverside Residence Blok A4 Jalan Raya Sumobito Jetis Mancilan, Mojoagung. Warga di sana digegerkan dengan munculnya anakan kobra pada Kamis (2/1/2020).

Anakan kobra tersebut awalnya muncul dari rumah seorang warga perum tersebut yang bernama Santi. “Pertama tahunya itu ada yang masuk ke ruang tengah Bu. Lebih dr satu. Kemudian ditelusuri ke dapur sampai ke belakang rumah. Dii sana ada fondasi yg ambles dan fondasi tadi digali malah ularnya keluar semua. Setelah itu fondasi langsung dicor,” tutur Santi kepada Klikmu.co.

Dibantu oleh satpam perumahan, sampai kemarin sore warga perumahan berhasil menangkap 12 anakan kobra. Semuanya ditangkap dalam keadaan hidup. Tapi, induknya belum ketemu.

Santi dan warga yang lainnya sempat merasa tidak nyaman berada di rumah sejak kejadian tersebut. Sebagai solusi, warga perumahan sepakat besok diadakan kerja bakti untuk membersihkan rumput-rumput yang mulai tinggi.

Ganjar Cahyadi, pakar reptil dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (ITB), mengatakan, fenomena kemunculan anak-anak ular kobra ini disebabkan karena pergantian musim. Awal musim hujan, kata Ganjar, adalah masa ular bereproduksi atau berkembang biak.

“Ular memiliki fase reproduksi. Sekarang musim hujan di mana termasuk musim ular menetas. Perilaku kobra itu biasanya menyimpan telur di sarangnya. Biasanya sarang bekas tikus, atau di tempat-tempat lembap, memeriksa sampah, dan dia menyimpan telurnya, lalu kompilasi awal musim hujan akan menetas,” paparnya seperti diwartakan Antara.

Ini berarti bahwa setiap tempat bisa mengalami hal seperti di atas, yaitu sebagai tempat atau sarang telur kobra untuk menetas

Semua warga Perumahan Riverside mengantisipasi dengan menaburkan kapur barus (kamper), karbol, dan garam dalam rumah masing-masing.

Warga berharap, dengan kegiatan bersih-bersih di sekitar perumahan serta dalam rumah, tidak ada lagi gangguan dari ular-ular kobra tersebut. (Zeni Komariyah/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here