15 Mei 2026
Surabaya, Indonesia
SekolahMu

Cegah DBD, Kader Surabaya Hebat Ajak Siswa MI Muhammadiyah 25 Biasakan 3M Plus

Siswa kelas 2D MI Muhammadiyah 25 Surabaya mengikuti kegiatan Guest Teacher bersama Kader Surabaya Hebat (KSH) Eka Yanie Yunitasari, Rabu (13/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak belajar mencegah demam berdarah dengue (DBD) melalui gerakan 3M Plus dan praktik langsung memeriksa kebersihan bak mandi di lingkungan sekolah. (Islakha/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Kegiatan Guest Teacher kembali menghadirkan pembelajaran menarik dan penuh manfaat di MI Muhammadiyah 25 Surabaya. Pada Rabu (13/5/2026), siswa kelas 2D mengikuti kegiatan bertajuk “Menjaga Kebersihan Lingkungan untuk Kesehatan Bersama” bersama narasumber Eka Yanie Yunitasari, KSH Kelurahan Sidotopo sekaligus ibunda dari Callista Miqeila.

Kegiatan berlangsung interaktif dan edukatif. Anak-anak tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, tetapi juga diajak praktik langsung melihat kebersihan bak mandi di kamar mandi sekolah. Praktik tersebut menjadi pengalaman baru yang membuat siswa lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit, khususnya demam berdarah dengue (DBD).

Dalam penyampaiannya, Eka Yanie Yunitasari menjelaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, nyaman, serta bebas dari sampah dan genangan air yang dapat menjadi sumber penyakit. Menurutnya, menjaga kebersihan sangat penting karena lingkungan yang bersih dapat membuat tubuh sehat, aktivitas belajar nyaman, dan terhindar dari berbagai penyakit menular.

Dia juga menjelaskan bahwa lingkungan yang kotor dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti berkembangnya nyamuk, munculnya bau tidak sedap, serta penyebaran penyakit seperti diare dan DBD. Karena itu, siswa perlu dibiasakan menjaga kebersihan sejak usia dini.

Materi tentang pencegahan DBD menjadi bagian yang paling menarik dalam kegiatan ini. Siswa dikenalkan dengan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Sementara itu, “Plus” meliputi tindakan tambahan seperti menggunakan lotion anti nyamuk, menaburkan bubuk abate, menjaga kebersihan rumah dan sekolah, serta tidak membiarkan pakaian menumpuk terlalu lama.

Selain itu, siswa juga dikenalkan dengan gejala demam berdarah, di antaranya demam tinggi mendadak, tubuh lemas, sakit kepala, nyeri otot, muncul bintik merah pada kulit, hingga mimisan. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan siswa dapat lebih waspada dan segera melapor kepada orang tua apabila mengalami gejala tersebut.

Berbagai cara menjaga kebersihan lingkungan juga disampaikan kepada siswa, seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kamar mandi, menjaga saluran air tetap lancar, serta rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Anak-anak juga diajak melakukan aksi nyata sederhana seperti kerja bakti kelas dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah setiap hari.

Kepala madrasah Ferry Rismawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber yang telah berbagi ilmu kepada siswa kelas 2D. Menurutnya, edukasi tentang kebersihan lingkungan sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak dini agar menjadi kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Terima kasih kepada Ibu Eka Yanie Yunitasari yang telah memberikan pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang bersih akan membuat tubuh sehat, belajar menjadi nyaman, dan anak-anak terhindar dari berbagai penyakit,” ujarnya.

Sementara itu, wali kelas 2D Ustadzah Nurul mengungkapkan rasa senangnya terhadap pelaksanaan kegiatan Guest Teacher tersebut.

“Kegiatan Guest Teacher hari ini sangat menarik dan bermanfaat bagi anak-anak. Mereka terlihat antusias karena tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga belajar langsung melalui praktik,” tuturnya.

Narasumber Eka Yanie Yunitasari juga menyampaikan kesan positifnya selama kegiatan berlangsung.

“Sangat berkesan karena anak-anak antusias mengikuti materi Guest Teacher hari ini. Mereka aktif bertanya dan semangat saat praktik melihat kebersihan bak mandi,” jelasnya.

Salah satu siswa kelas 2D, Aldebaran Natha Bumi, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Materinya bagus karena anak-anak diajak praktik langsung melihat kebersihan bak mandi yang ada di kamar mandi sekolah,” ujarnya penuh semangat.

Melalui kegiatan Guest Teacher ini, diharapkan siswa kelas 2D semakin memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, membersihkan lingkungan, dan mencegah genangan air menjadi langkah nyata menciptakan lingkungan sehat, nyaman, dan bebas penyakit.

(Islakha/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *