KLIKMU.CO – Dua mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) turut ambil bagian dalam seminar nasional dan call for paper yang digelar oleh Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag), Kamis (16/4/2026).

Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa lintas disiplin ilmu mampu berkontribusi dalam diskursus kebangsaan.
Partisipasi tersebut tidak lepas dari arahan Dosen Pengampu Mata Kuliah Kewarganegaraan yang saat ini mereka tempuh di semester 2. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan wawasan serta mengasah keberanian dalam forum ilmiah tingkat nasional.
Seminar bertema “Reaktualisasi Konstitusionalisme Berbasis Nilai-nilai Pancasila” ini menghadirkan sejumlah pakar hukum tata negara terkemuka. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2015–2018, Prof Arief Hidayat, hadir sebagai keynote speaker.

Narasumber yang turut memberikan pandangan antara lain Ketua Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi Prof I Dewa Gede Palguna, Guru Besar HTN UGM Prof Zainal Arifin Mochtar, Guru Besar HTN UNS Prof I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, serta Guru Besar HTN Untag Surabaya Prof Hufron.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal Achwan Syahputra dan Rifqiyah Khumaida Ardiansyah mempresentasikan artikel berjudul “Reaktualisasi Konstitusionalisme Pancasila Melalui Partisipasi Politik Generasi Zelenial Dalam Menghadapi Hoaks Pemilu 2029.” Karya tersebut menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di era digital.
Iqbal menilai pengalaman ini memberikan perspektif baru di luar bidang studinya. Ia mengaku tertantang untuk lebih peduli terhadap isu-isu konstitusi dan demokrasi.
“Ini pengalaman yang sangat berharga, karena kami belajar langsung dari para ahli dan bisa menyampaikan gagasan di forum nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Rifqiyah menambahkan, kegiatan ini juga meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. “Kami jadi lebih berani dan termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuan akademik, terutama dalam isu kebangsaan,” ujarnya.
Melalui keikutsertaan ini, mahasiswa UMSURA tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menunjukkan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan informasi digital dan dinamika politik ke depan.
(Adi/Muri)








