KLIKMU.CO — Kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah Surabaya. Salah satu kader terbaiknya, Al Qodar Purwo Sulistyo SH MH, meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) dini hari pukul 02.39 WIB di RS Kariadi Semarang.

Kabar wafatnya Al Qodar pertama kali disampaikan melalui pesan WhatsApp oleh Wakil Ketua PDM Surabaya H. Hasan Cholis SE sekitar pukul 04.06 WIB kepada sejumlah kolega.
“Bu Nyai, mohon maaf mengabarkan Pak Qodar meninggal dunia,” demikian isi pesan yang diteruskan dari sang istri, dr Nur Mujaddidah Mochtar MSi, yang juga Sekretaris S1 Prodi Pendidikan Dokter Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
M. Arif An, Wakil Ketua PDM Surabaya, mengaku sempat terkejut dan tidak percaya mendengar kabar tersebut.

“Saya masih tercengang dan tidak percaya. Kemudian saya menghubungi Prof Sukadiono (Ketua PWM Jatim) dan Prof Mundakir (Rektor Umsura). Dari Prof Suko saya mendapat informasi bahwa beliau sudah cukup lama menjalani terapi kanker di RS Kariadi Semarang,” ujar Ketua KawanMU MPKS PP Muhammadiyah itu.
Menurut Arif An, Al Qodar sebelumnya juga sempat menyampaikan kondisi kesehatannya di grup Forum Pemuda Idaman. Namun, almarhum meminta agar tidak dijenguk dan cukup didoakan.
Al Qodar Purwo Sulistyo dikenal sebagai pribadi yang tawadhu kepada senior dan suka menolong. Semasa hidupnya, ia aktif di berbagai amal usaha dan organisasi Muhammadiyah.
Saat wafat, almarhum masih menjabat sebagai Ketua PCM Dukuh Pakis periode 2022–2027, Komandan KOKAM Surabaya, Sekretaris LBH AP MHH PDM Surabaya, anggota Majelis Dikdasmen PDM Surabaya, serta dosen dan jabatan lainnya di Universitas Muhammadiyah Surabaya.
“Kami kehilangan kader terbaik. Beliau pribadi yang taat kepada senior dan suka menolong. Saya pribadi banyak dibantu saat menyelesaikan S2 dan dalam berbagai kegiatan Muhammadiyah lainnya,” tutur Arif An.
Dia menambahkan, Al Qodar merupakan sosok kader yang amanah dan memiliki komitmen kuat dalam membangun PCM Dukuh Pakis yang saat itu masih dalam tahap awal pengembangan.
“Kader yang tegak lurus dan suka menolong ini kami doakan semoga husnul khatimah,” imbuhnya.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak. Jenazah disemayamkan di kawasan Tambak Wedi, Surabaya.
(AS)








