KLIKMU.CO – Suasana berbeda tampak di Studio Surabaya TV yang beralamat di Jalan Darmo Permai III Kav A5-A8, Ruko Puncak Permai Square Surabaya, Selasa (12/5/2026). Ruang studio yang biasanya digunakan untuk proses rekaman dan siaran program televisi mendadak riuh oleh suara anak-anak sekolah dasar yang penuh semangat dan rasa ingin tahu.

Sebanyak 17 siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya (Sekolah Kreatif Baratajaya) mengikuti kunjungan industri dalam program kerja sama ekstrakurikuler presenter. Para siswa yang berasal dari kelas I hingga kelas VI tersebut terlihat antusias sejak kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB. Mereka datang didampingi pembina ekstrakurikuler presenter, Sukmi Sari SSos, dan Fancy Anggraini Angwidya SPd.
Kedatangan rombongan siswa Sekolah Kreatif Baratajaya, sebutan akrab SD Muhammadiyah 16 Surabaya, disambut hangat oleh Varia Mei Narni SE selaku Person In Charge (PIC) Broadcast Surabaya TV. Dengan penuh keramahan, Mei memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para siswa.
“Selamat datang di Surabaya TV. Senang sekali bisa berjumpa dengan anak-anak hebat dari Sekolah Kreatif Baratajaya. Kalian adalah calon presenter hebat di masa depan,” ujar Mei disambut senyum dan tepuk tangan para siswa.

Sebelum memasuki ruang studio utama, Fancy memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk memperkenalkan diri satu per satu. Suasana hangat dan cair membuat anak-anak tampak semakin percaya diri mengikuti kegiatan.
Fancy menjelaskan bahwa kunjungan industri ini menjadi bagian dari pembelajaran nyata bagi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler presenter. Menurutnya, pengalaman langsung di dunia broadcasting sangat penting untuk melatih keberanian, komunikasi, dan rasa percaya diri siswa sejak dini.
“Kami dari Sekolah Kreatif kali ini membawa 17 siswa perwakilan dari kelas I hingga kelas VI. Mereka adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler presenter. Semoga kegiatan kunjungan ini dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi siswa-siswi kami,” ungkap Fancy.
Usai sesi perkenalan, para siswa diajak mengenal berbagai perangkat yang digunakan dalam proses produksi siaran televisi. Mei memperlihatkan sejumlah peralatan studio mulai dari kamera, switcher, mikrofon, mixer audio, lighting, hingga teleprompter yang biasa digunakan presenter saat membacakan berita.
Tidak hanya diperkenalkan secara teori, siswa juga mendapatkan penjelasan langsung mengenai fungsi setiap perangkat dan bagaimana proses produksi siaran berlangsung di dalam studio televisi. Penjelasan tersebut membuat para siswa semakin penasaran dan aktif bertanya.
Mei juga memberikan pembekalan dasar tentang teknik tampil di depan kamera. Ia menjelaskan bagaimana sikap tubuh yang baik saat siaran, arah pandangan mata yang benar, hingga cara menjaga fokus ketika berbicara di depan kamera.
Keseriusan para siswa tampak selama sesi pembekalan berlangsung. Beberapa siswa bahkan terlihat mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Bagi mereka, pengalaman belajar langsung di studio televisi menjadi sesuatu yang baru dan sangat menarik.
Setelah sesi materi selesai, satu per satu siswa diberi kesempatan melakukan simulasi membacakan berita di depan kamera. Momen tersebut menjadi pengalaman paling ditunggu oleh para peserta.
Wajah tegang dan gugup terlihat saat beberapa siswa pertama kali berdiri di depan kamera studio. Haven Ramadhan Abiyyu Syaferial dari kelas III Drum tampak masih gugup ketika memulai simulasi membaca berita. Namun perlahan ia mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik setelah mendapatkan arahan dari tim Surabaya TV.

Berbeda dengan Haven, Orchidea Khaerunnisa Ivory dari kelas VI Yunus Anis tampil lebih percaya diri saat membacakan naskah berita. Intonasi suara dan ekspresi yang ditampilkan membuat suasana studio semakin hidup.
Sementara itu, antusiasme tinggi juga ditunjukkan siswa kelas I yang baru pertama kali masuk studio televisi. Meski masih terlihat malu-malu, mereka tetap berani mencoba berbicara di depan kamera.
Salah satu peserta, Thalita Zaahira Putri dari kelas I Lebah, mengaku senang bisa mendapatkan pengalaman langsung menjadi presenter cilik di studio televisi.
“Aku sangat bahagia bisa membacakan berita di studio. Awalnya takut, tapi aku bisa,” ujar Thalita penuh semangat.
Kegiatan kunjungan industri tersebut berlangsung hingga pukul 10.30 WIB. Sebelum kegiatan berakhir, seluruh siswa bersama guru pendamping dan kru Surabaya TV mengabadikan momen dengan foto bersama di dalam studio.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan dunia broadcasting sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar tentang keberanian, komunikasi, kerja sama, dan cara tampil percaya diri di depan publik.
(Ahmad Mahmudi/AS)








