KLIKMU.CO – Masalah tumpukan sampah plastik selalu menjadi bayang-bayang di balik semarak perayaan Iduladha setiap tahunnya. Menjawab tantangan krisis lingkungan tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama enam tahun terakhir konsisten mengambil langkah proaktif dengan menggelar kurban berkonsep go green pada Iduladha 1447 Hijriah.

Meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai, Kampus Putih mendistribusikan lebih dari 2.500 paket daging kurban menggunakan kemasan tradisional berupa besek bambu yang dialasi daun segar dan diikat dengan tali serabut kelapa.
Ketua Panitia Kurban 1447 H UMM Dr Yasin Kusumo Pringgodigdo SPdI MHI menjelaskan bahwa panitia memastikan tidak ada penggunaan kantong kresek hitam yang berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan. Menurutnya, esensi berkurban bukan semata-mata untuk meraih derajat takwa di hadapan Tuhan, melainkan juga wujud nyata kepedulian manusia dalam menjaga kelestarian alam dan peradaban.
“Alhamdulillah, kita senantiasa mengusung go green. Jadi, spirit kurban bukan hanya untuk meraih takwa, tapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” tegasnya, Selasa (27/5/2026).

Penyelenggaraan kurban tahun ini juga mencatat peningkatan jumlah hewan dari 18 ekor pada tahun sebelumnya menjadi 20 ekor sapi, beserta sejumlah kambing yang dipastikan tanpa cacat. Distribusi daging mencakup lingkungan internal kampus, warga sekitar, Lapas Perempuan dan Laki-laki Malang, hingga disalurkan ke Sumbawa dalam bentuk enam ekor sapi hidup.
Untuk memastikan pembagian berlangsung adil dan merata, Yasin memaparkan bahwa manajemen penyembelihan dilakukan secara presisi dengan menghitung persentase karkas dan daging murni dari total bobot sapi, bukan sekadar perkiraan.
“Kami memilih sapinya sesuai dengan bobot. Ketika di sini butuh distribusi atau internal sebanyak 200 atau 150 paket, kita ambil sapi yang berbobot 500 kilogram. Jadi, kita menyembelih sapi berdasarkan timbangan, bukan sekadar estimasi atau asumsi,” imbuhnya.
Paket yang dibagikan memiliki takaran bervariasi, mulai 0,75 kilogram hingga 1 kilogram daging murni yang dilengkapi tulang dan jeroan. Kesuksesan distribusi ribuan paket daging dalam besek ramah lingkungan ini merupakan hasil sinergi pendanaan sukarela dosen dan karyawan yang dieksekusi oleh 27 panitia inti, 70 anggota tim teknis, relawan mahasiswa, hingga 12 Juru Sembelih Halal (Juleha).
Yasin merinci, seluruh proses pengemasan dikawal ketat agar tetap higienis, natural, dan sejalan dengan misi pelestarian lingkungan kampus.
“Pakai besek, dialasi daun go green, kemudian talinya pakai tali serabut,” tambahnya.
Momentum Iduladha di Universitas Muhammadiyah Malang tahun ini menghadirkan pesan moral yang kuat bagi masyarakat luas. Melalui kurban go green, UMM membuktikan bahwa ibadah ritual keagamaan dapat berjalan harmonis dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Harapannya, inovasi penggunaan besek bambu ini dapat menginspirasi instansi maupun masyarakat untuk mulai meninggalkan plastik sekali pakai sehingga keberkahan kurban turut dirasakan alam melalui lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
(Faqih/AS)








