Ketagihan Ikut Lomba, Mahasiswa Ini Punya Moto: Sekali Tampil, Harus Berhasil

0
69
Fadillah Ahmad Nur saat jadi juara dalam Musabaqah Syahril Quran Nasional di Universitas Djuanda Bogor. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Fadillah Ahmad Nur punya sederet pengalaman berharga mengikuti perlombaan Al-Qur’an, baik di tingkat lokal maupun nasional. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), ini bahkan punya moto khusus saat ikut berkompetisi: Sekali tampil, harus berhasil!

Adil, demikian putra dari pasangan Ir. Mahmud dan Berlian S.Pd akrab disapa, sudah banyak mendapat gelar mentereng dan ikut banyak perlombaan sejak duduk di bangku sekolah menengah. Sebutlah juara Dai Muda Sumbawa Barat, Juara Musabaqoh Makalah Ilmiah Al-Qur’an Sumbawa barat, Juara 2 Musabaqoh Syarhil Qur’an Sumbawa Barat, dan banyak prestasi lainnya.

Yang terakhir, pada awal tahun 2020, Adil bersama keenam mahasiswa UMM lainnya yang tergabung di UKM MTQ menjadi delegasi Musabaqah Syahril Quran Nasional di Universitas Djuanda Bogor. Adil sendiri, berhasil membawa tim putra menjadi juara pertama dan menyisihkan 23 tim delegasi dari seluruh Indonesia. Sementara tim putri harus puas berada di juara kedua nasional.

“Alhamdulillah, persiapan kami lumayan singkat, karena ketika itu setelah ujian akhir semester ganjil, kami langsung berangkat. Jadi di sela-sela itu kami meluangkan waktu untuk latihan bersama,” ungkap alumni Pesantren Al-Ikhlas Taliwang IIBS Kabupaten Sumbawa Barat yang pernah menjadi Duta Anak Kabupaten Sumbawa Barat ini saat diwawancara via WhatsApp, Selasa (5/5).

Perlombaan MSQ ini terdiri dari 3 orang, 1 orang sebagai pembicara/penceramah, 1 orang sebagai Qori’ dan 1 orang sebagai sebagai Saritilawah Qur’an. Dari panitia pelaksana memberikan 3 tema pilihan, dan kami masing-masing tim yang menentukan temanya. Dalam perlombaan peserta di berikan waktu maksimal 15 menit untuk menyampaikan syarahan-nya.

Selain Adil, anggota tim putra UMM yang ikut menyumbang juara yakni Muhammad Noer Jayadin dan Saeful Biantoro. Sementara tim putri ada Enda Sulistina, Egalia Novika Hidayat, serta Fira Maulida Ahsaniah. untuk diketahui, Musyabaqoh Syarhil Qur’an sendiri merupakan cabang lomba dakwah dengan mengandalkan kolaborasi dan teknik yang khas dalam penyampaiannya.

“Persaingan di nasional sangat luar biasa, karena pastinya masing-masing kampus mengirimkan delegasi terbaiknya. Alhamdulillah, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang kami miliki, kami bisa meraih prestasi. Semuanya berkat orang tua yang selalu support dan mendoakan, begitu pula para ustadz dan ustadzah, guru, sahabat dan teman-temen kami,” ungkap Adil.

Sederet panjang pretasi yang diraih Adil, ternyata berangkat dari petuah yang senantiasa diingatnya. “Saya selalu termotivasi kata pimpinan pondok saya dulu, Buya Zul. Beliau mengatakan, siapkan hari ini untuk esokmu, namun esokmu bukan untuk dirimu, tapi untuk perjuangan. Jadi hal-hal yang saya lakukan sekarang adalah bekal persiapan untuk masa depan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here