29 Mei 2026
Surabaya, Indonesia
SekolahMu

Bangkit dari Dua Kali Kegagalan, Bita Siswi Smamda Akhirnya Lolos Kedokteran Gigi UB Melalui Jalur SNBT

Bita, siswi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya melalui jalur SNBT 2026. (Hajjar Ekasari/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Perjuangan menuju perguruan tinggi impian selalu menyimpan cerita yang penuh makna. Ada kerja keras, air mata, kegagalan, hingga doa yang terus dipanjatkan tanpa henti.

Hal itulah yang dirasakan Tatsbita Lathifa Airlangga Djojonegoro, atau akrab disapa Bita, siswi SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), hingga akhirnya berhasil diterima di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Senin (25/5/2026).

Ketertarikan Bita terhadap dunia kedokteran muncul sejak lama. Ia mengaku selalu kagum melihat bagaimana seorang dokter mampu menangani pasien dan menyelesaikan berbagai kasus dengan baik.

Di balik profesi tersebut, dia juga melihat perjuangan panjang yang harus dilalui untuk menjadi dokter profesional.

Namun dari sekian banyak bidang kedokteran, Bita justru menemukan ketertarikan khusus pada dunia kedokteran gigi. Menurutnya, jurusan tersebut sangat sesuai dengan passion yang ia miliki.

“Saya merasa passion saya ada di kedokteran gigi, mulai dari keterampilan tangan yang dibutuhkan sampai keahlian dalam mendeteksi pergerakan gigi,” ungkap Bita.

Perjalanan Bita menuju jurusan impiannya tidak berjalan mulus. Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), ia hanya memilih satu tujuan, yakni Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga. Namun ia gagal.

Setelah itu, ia kembali mencoba melalui jalur International Undergraduate Program (IUP) Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), namun hasilnya juga belum berhasil diraih.

Kegagalan berturut-turut tersebut sempat membuat Bita sedih dan kecewa karena belum mampu membanggakan orang tua serta meraih jurusan yang diinginkan. Meski demikian, ia tidak ingin larut terlalu lama dalam kesedihan.

Jarak waktu yang singkat antara pengumuman IUP dan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) justru menjadi motivasi untuk bangkit dan memanfaatkan kesempatan terakhir sebaik mungkin.

“Meskipun waktunya cukup dekat, saya berusaha semaksimal mungkin agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur UTBK,” kata bungsu dua bersaudara ini.

Dalam menghadapi UTBK, Bita melakukan berbagai persiapan secara matang. Ia rutin mengerjakan latihan soal, mengulang kembali materi dari bimbingan belajar, serta menjaga kondisi fisik dan mental agar tetap prima.

Di jalur SNBT, Bita memilih dua program studi, yaitu Kedokteran Universitas Airlangga sebagai pilihan pertama dan Kedokteran Gigi UB sebagai pilihan kedua. Ia mengaku tantangan terbesar saat UTBK adalah mengatur waktu serta memahami soal dengan cepat dan tepat.

Menjelang pengumuman SNBT, Bita berusaha menjaga pikiran tetap positif. Ia memilih untuk tetap optimis dan memperbanyak doa kepada Allah SWT.

“Saat akan membuka pengumuman saya takut ditolak, tapi saya tetap optimis sambil berdzikir. Alhamdulillah saya diterima di FKG UB,” tuturnya penuh syukur.

Bagi Bita, penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Justru kegagalan yang pernah dialami menjadi pemicu untuk terus berkembang.

“Jangan pernah pesimis dengan kemampuan diri sendiri. Tetap berusaha semaksimal mungkin dan percaya pada kuasa Allah. Penolakan bisa menjadi pemicu keberhasilan di masa depan,” pesannya.

Keberhasilan Bita tidak lepas dari dukungan banyak pihak. Ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, kedua orang tua, serta para guru di Smamda yang telah mendampingi proses perjuangannya.

“Smamda adalah tempat saya menimba ilmu dan tempat terbentuknya karakter saya,” ujarnya.

Sang mama, Miyuki Soeweify, juga mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian putrinya.

“Alhamdulillah kami bersyukur dan bangga Bita bisa lolos SNBT Kedokteran Gigi UB,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru-guru Smamda yang telah membimbing Bita selama persiapan masuk perguruan tinggi.

Ke depan, Bita berharap dapat menjalani masa perkuliahan dengan baik serta terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ia juga berharap Smamda terus menjadi sekolah yang sukses dan melahirkan siswa-siswi hebat di masa depan.

Di balik keberhasilannya, Bita menyadari pentingnya kerja sama dan komunikasi dengan teman-teman selama masa persiapan UTBK. Menurutnya, saling bertukar informasi dan berdiskusi sangat membantu proses belajar.

Kini, langkah baru menanti Bita di Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya, sebagai awal perjalanan panjang menggapai cita-cita.

(Hajjar Ekasari/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *