29 Mei 2026
Surabaya, Indonesia
SekolahMu

Mumtas Sembelih 2 Sapi dan 7 Kambing, Ajarkan Makna Berbagi sejak Dini

M Khoirul Anam, Kepala SD Mumtas Surabaya, menyerahkan paket daging kurban kepada Abror, salah satu siswa dan orang tua sohibul kurban, di SD Mumtas Surabaya. (Afuw Elkhoir/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Langit Sidoyoso pagi itu tampak muram. Awan kelabu menggantung rendah, bahkan hujan sempat turun beberapa menit membasahi halaman SD Muhammadiyah 10 Surabaya.

Namun, cuaca dingin tak mampu meredupkan semangat para guru dan panitia kurban yang sejak pagi telah sibuk di halaman Masjid Jenderal A Yani Sidoyoso, Rabu (27/5/2026).

Di tengah suasana penuh berkah itu, sekolah yang dikenal dengan nama Mumtas tersebut melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa dua ekor sapi dan tujuh ekor kambing. Bukan sekadar rutinitas tahunan, kegiatan ini menjadi potret indah tentang kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

Sejak pagi, para guru, staf, dan panitia tampak bekerja tanpa mengenal lelah. Ada yang membantu proses penyembelihan, memotong daging, menimbang, hingga membungkus daging kurban agar siap dibagikan. Di sela kesibukan itu, tawa dan canda kecil terdengar hangat, menciptakan suasana kekeluargaan yang begitu terasa.

Teras sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar, hari itu berubah menjadi ruang gotong royong yang penuh makna. Tidak ada yang bekerja sendiri. Semua saling membantu, saling menguatkan, dan saling melayani demi satu tujuan mulia, yakni menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Ketua Panitia Kurban Siti Khomsyatul Mamlu’ah menyampaikan rasa terima kasih kepada para sohibul kurban yang telah mempercayakan hewan kurbannya melalui Mumtas. Menurutnya, amanah tersebut menjadi energi besar bagi sekolah untuk terus menebarkan manfaat kepada masyarakat sekitar.

Kehangatan juga hadir melalui peran aktif Ikatan Wali Murid (Ikwam) Mumtas. Para wali murid dengan tulus menyiapkan makanan dan minuman bagi guru serta panitia. Sederhana, namun penuh makna. Dari sana terlihat bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas, tetapi juga menghadirkan budaya saling peduli dan melayani.

Kepala SD Muhammadiyah 10 Surabaya M Khoirul Anam menuturkan bahwa kegiatan kurban merupakan bagian dari pendidikan karakter dan spiritual bagi siswa.

“Anak-anak belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu datang dari menerima, tetapi juga dari memberi dan berbagi kepada orang lain,” ujarnya.

Menurut anggota Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah itu, ibadah kurban bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, melainkan juga latihan menghadirkan empati sosial di tengah masyarakat.

“Kurban mengajarkan kita untuk tidak hidup sendiri. Ada hak orang lain yang harus kita bahagiakan,” tuturnya.

Usai proses penyembelihan dan pengemasan selesai, daging kurban dibagikan kepada warga sekitar dan siswa dari keluarga prasejahtera. Wajah-wajah penuh syukur tampak menerima bingkisan daging dengan senyum haru.

Dari halaman sederhana itu, Mumtas kembali mengajarkan bahwa amal sosial tak harus menunggu kaya, tetapi dimulai dari hati yang peduli dan mau berbagi.

(Afuw Elkhoir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *