KLIKMU.CO – Upaya memadukan literasi sains dengan nilai-nilai keislaman terus diperkuat SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan praktikum interaktif Ilmu Falak yang diikuti siswa kelas XI-4 Program Tahfidz Class.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari di Vila Seulawah Resort, Kota Batu, pada Senin-Rabu (11-13/5/2026). Praktikum dirancang tidak hanya untuk memperdalam pemahaman astronomi, tetapi juga menumbuhkan sikap ilmiah, kreatif, dan religius secara terpadu.
Dalam sesi utama, para siswa diajak merancang dan membuat instrumen astronomi sederhana berupa solar viewer atau kacamata matahari. Alat tersebut dibuat dari piringan cakram disket komputer yang berfungsi sebagai filter cahaya dan dipadukan dengan karton sebagai bingkai.
Meski sederhana, solar viewer itu dirancang mengikuti prinsip solar viewing safety sehingga aman digunakan untuk observasi Matahari.

Pemateri praktikum, Muhammad Syamsu Alam Darajat SH MA, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang kuat.
“Pembuatan kacamata matahari bukan sekadar keterampilan teknis. Siswa belajar tentang bahaya radiasi optik, terutama sinar ultraviolet (UV) dan inframerah (IR), serta pentingnya perlindungan retina saat observasi astronomi,” jelas dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Lebih lanjut, siswa juga memahami prinsip kerja filter cahaya yang mampu mereduksi intensitas sinar Matahari hingga aman diamati secara ilmiah. Pemahaman ini menjadi bekal penting dalam praktik astronomi dasar yang bertanggung jawab.
Sebagai peserta Program Tahfidz, siswa tidak hanya diajak bereksperimen, tetapi juga melakukan tadabbur ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan fenomena alam dan peredaran benda langit. Melalui pendekatan integratif ini, ilmu falak dipahami secara utuh, baik secara tekstual keagamaan maupun empiris ilmiah.
Menariknya, praktikum ini juga membuka wawasan siswa tentang falak preneurship. Mereka menyadari bahwa ilmu falak memiliki nilai praktis sekaligus potensi ekonomi. Produk solar viewer yang memenuhi standar keamanan, misalnya, dapat dikembangkan menjadi wirausaha edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama saat terjadi fenomena alam seperti gerhana Matahari.

Salah satu siswa Tahfidz Class, Yusfia Arismaini, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
“Praktikum ini membuat saya memahami ilmu falak tidak hanya dari buku, tetapi juga dari praktik langsung. Kami belajar sains, tadabbur Al-Qur’an, sekaligus berpikir kreatif dan produktif,” tuturnya.
Penanggung jawab Tahfidz Class Smamita, Ummu Syarifah SPdI, menyampaikan bahwa praktikum Ilmu Falak merupakan bagian dari materi yang terintegrasi dalam pembelajaran kelas tahfidz. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermakna karena membantu siswa melihat keterkaitan antara hafalan Al-Qur’an dengan fenomena alam nyata.
“Pembelajaran Ilmu Falak ini menjadi penguat materi tahfidz. Siswa tidak hanya fokus menghafal Al-Qur’an, tetapi juga diajak memahami kebesaran Allah melalui pendekatan sains,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Smamita berharap dapat terus melahirkan generasi intelek penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul dalam keilmuan agama, tetapi juga memiliki kemampuan analisis sains terapan dan teknologi. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan umat dan peradaban.
(Nashiiruddin/AS)








