15 Mei 2026
Surabaya, Indonesia
SekolahMu

Prof Imam Robandi Ajak Siswa Smamda Kuasai Matematika dan AI untuk Bekal Masa Depan

Prof Imam Robandi MT IPU menyampaikan materi tentang matematika dan Artificial Intelligence dalam kegiatan studium general di Smamda Tower, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini membekali siswa Smamda agar siap menghadapi perkembangan teknologi modern dan era AI. (Eka Haris Prastiwi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda. Menjawab hal tersebut, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) menghadirkan Prof Imam Robandi MT IPU, Ketua Dewan Profesor ITS sekaligus Ketua Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI), dalam kegiatan studium general bertajuk Applied AI and Mathematics Modeling in Modern Technology Development, Selasa (12/5/2026), di lantai 2 Smamda Tower. Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas XI Internasional.

Dalam pemaparannya, Prof Imam Robandi menekankan pentingnya matematika sebagai dasar utama perkembangan teknologi modern dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, matematika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari meskipun sering kali tidak disadari.

“Kalau matematika jalan, logikamu jalan. Mungkin kalian belum merasakannya hari ini, tetapi suatu saat nanti semua yang ada di kehidupan ini dapat diubah menjadi persamaan matematika,” tuturnya.

Dia menjelaskan, hampir seluruh aspek kehidupan menggunakan konsep matematika, mulai dari sistem kelistrikan hingga teknologi modern yang berkembang di masyarakat.

Prof Imam juga mengungkapkan bahwa perkembangan dunia saat ini semakin erat dengan teknologi Artificial Intelligence. Teknologi seperti face print, finger print, hingga sistem pembayaran elektronik telah memanfaatkan AI dalam penggunaannya.

Ia menegaskan, AI mampu mempercepat pekerjaan manusia dan menjadi bagian penting dalam perkembangan teknologi modern. Meski demikian, AI tetap harus digunakan secara bijak karena kemudahan teknologi dapat membuat manusia menjadi malas apabila tidak dibarengi kemampuan dasar yang kuat.

“Mathematics dan AI sangat bersahabat. Kelemahan AI membuat manusia malas karena hanya sekadar input-output tanpa memahami prosesnya,” ungkapnya.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Mohamad Almas Prakasa MT yang menjelaskan implementasi matematika dalam berbagai bidang ilmu, termasuk teknik elektro.

“Ketika saya kuliah di Teknik Elektro, model kelistrikan ternyata dimodelkan dalam bentuk matriks. Matematika tidak hanya berputar dengan fisika saja, tetapi implementatif di semua bidang,” jelas Almas.

Dalam sesi interaktif, beberapa siswa Smamda turut menyampaikan cita-cita dan pandangannya mengenai AI serta teknologi masa depan. Muhammad Ghifari Al-Farizi dari kelas XI-4 mengungkapkan keinginannya menjadi pebisnis sekaligus content creator. Menanggapi hal tersebut, Almas menjelaskan bahwa dunia media sosial juga tidak lepas dari matematika.

“Bisnis di media sosial semua sudah menggunakan mathematics, algoritma, dan probabilitas,” ujarnya.

Sementara itu, Aurelia Halawatia Tatiana Latupono dari XI-1 menyampaikan cita-citanya untuk melanjutkan studi ke Teknik Sipil ITB karena ketertarikannya pada fisika dan matematika.

“I want to continue my studies in Civil Engineering at ITB. I enjoy learning physics and mathematics because I am interested in those subjects more than the others,” ungkap Aurelia.

Almas pun memberikan motivasi kepada para siswa agar percaya diri menggunakan bahasa Inggris.

“Kalian jangan takut dengan logat bahasa Inggris, percaya diri saja,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa AI hanyalah alat bantu sehingga kemampuan dasar tetap harus dimiliki.

“Menggunakan AI hanya sebagai alat, kita harus punya kemampuan mendasar,” tegasnya.

Khefy Salwa Meyhuan Priyanto dari kelas XI-3 juga menyampaikan cita-citanya menjadi dokter sekaligus berbagi edukasi melalui media sosial. Ia bahkan mengaku pernah mencoba membuat gim menggunakan Scratch AI.

“Maybe I can become a doctor, then share and tell people about it through social media. I have also tried to make a game using Scratch AI,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, Prof Imam Robandi memberikan pesan motivasi kepada seluruh siswa Smamda agar memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya.

“AI bukan hanya untuk engineering teknologi. Di era kalian ini semuanya serba mudah, maka manfaatkan waktu sebaik mungkin,” pesannya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja keras sejak muda.

“Kalau kamu repot di masa mudamu, kamu akan santai di masa tuamu. Kalau kamu santai di masa mudamu, kamu akan repot di masa tuamu. Sukses itu tidak harus, tetapi kalau ada orang lain yang sukses kamu jangan iri,” tuturnya.

Menutup kegiatan studium general, Prof Imam mengingatkan bahwa setiap siswa memiliki potensi besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan.

“Kamu adalah bibit hebat. Sehebat-hebatnya bibit kalau tidak dirawat akan mati. Maka bercita-citalah setinggi mungkin,” pungkasnya.

Kegiatan studium general tersebut menjadi ruang inspiratif bagi siswa Smamda untuk memahami bahwa matematika dan Artificial Intelligence bukan lagi sekadar teori di ruang kelas, melainkan bekal penting dalam menghadapi masa depan.

Dengan semangat belajar, kemampuan dasar yang kuat, serta keberanian untuk terus berkembang, siswa Smamda diharapkan mampu menjadi generasi unggul yang siap beradaptasi dan berkontribusi di era teknologi modern.

(Eka Haris Prastiwi/AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *