KLIKMU.CO – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Batu menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) III yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Pendopo Inggil Mas Er (Errick Katering), Sumberejo, Kota Batu, Ahad (12/4/2026). Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan halal bihalal dalam momentum Syawal 1447 H.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batu Tsalis Rifa’i, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Batu Nurul Wahidah, Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kota Batu Isna Hidayati, Ketua IPM Kota Batu Rijal Fikri, anggota PWPM Jawa Timur Asyrofi, serta perwakilan organisasi otonom (ortom) di lingkungan PDM Kota Batu. Hadir pula Ketua HIPMI Kota Batu Rizky Ramdan sebagai tamu undangan.
Ketua PDPM Kota Batu Ir Ido Prasetio SPt IPM dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rapimda ini tidak hanya menjadi forum formal organisasi, tetapi juga ajang silaturahmi dan halal bihalal.
“Alhamdulillah, dalam Rapimda PDPM yang ketiga ini bukan hanya sekadar rapat, tetapi juga ajang silaturahmi dan halal bihalal karena masih dalam suasana Syawal 1447 H. Kami atas nama pengurus PDPM mengucapkan mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ido juga menyinggung fenomena “login Muhammadiyah” atau bergabungnya generasi muda ke dalam persyarikatan. Ia menyebut hal itu juga terjadi di PDPM Kota Batu, termasuk bergabungnya sejumlah tokoh muda seperti pelaku usaha dan Ketua HIPMI Kota Batu.
“Hari ini Muhammadiyah mengalami fenomena luar biasa dan positif, yakni banyaknya ‘login’ generasi muda ke Muhammadiyah. Hal ini juga terjadi di PDPM Kota Batu, di antaranya Mas Errick owner Errick Katering dan Mas Rizky Ketua HIPMI yang insyaallah berkenan bergabung di Pemuda Muhammadiyah Kota Batu,” ungkapnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, Ketua PDM Kota Batu Tsalis Rifa’i dalam tausiyahnya menegaskan bahwa kader yang aktif di organisasi otonom Muhammadiyah merupakan aset penting bagi keberlanjutan gerakan persyarikatan.
Ia menyebut, kader ortom adalah generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan Muhammadiyah, termasuk dalam pengelolaan amal usaha Muhammadiyah (AUM).
“Orang-orang yang aktif di ortom Muhammadiyah adalah pewaris perjuangan Muhammadiyah, termasuk Pemuda Muhammadiyah sebagai garda depan yang melanjutkan estafet dakwah dan pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah,” katanya.

Dalam tausiyahnya, Tsalis juga memaparkan empat karakter keikhlasan kader Muhammadiyah yang menjadi kunci ketahanan organisasi, yang ia rujuk dari refleksi pemikiran Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Empat karakter tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menjadi kader yang tidak patah saat dihujat dan tidak sombong saat disanjung
Maksud dari poin pertama adalah memahami secara kompleks bahwa segala celaan dan hujatan bukan cerminan nilai diri sesungguhnya dan menyadari bahwa segala kebaikan datangnya dari Allah SWT dan penilaian atas diri merupakan hak absolut adalah dari Allah SWT.
2. Tidak berharap imbalan atas kebaikan
Kader Muhammadiyah saat melakukan kebaikan harusnya dilakukan murni karena kesadaran diri dan atas perintah agama. Tidak berharap imbalan apapun juga upaya agar kita terhindar dari rasa kecewa, apalagi jika berharapnya kepada sesama manusia.
3. Kesitiqamahan atau konsisten dalam melakukan kebaikan
Dalam konteks saat ini, istiqamah bisa dipahami tentang bagaimana tetap konsisten pada nilai-nilai kebaikan universal seperti kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen dalam setiap peran dan profesi yang kita jalani, sambil menjaga keseimbangan agar tidak terjebak dalam ekstremitas. Ia juga tidak hanya tentang menjadi sempurna, tetapi juga tentang terus berusaha konsisten dalam kebaikan meski dalam ketidaksempurnaan.
4. Selalu berharap atas ridha Allah
Bagi kader Muhammadiyah, mendapatkan ridha Allah merupakan cita-cita utama. Semua amal dan ibadah (ber-amar ma’ruf nahi mungkar) diarahkan untuk memperoleh kerelaan-Nya, sebagaimana yang sering ditekankan dalam ajaran Alquran dan hadis.
Menurutnya, keempat nilai tersebut penting untuk membentuk kader yang kuat secara spiritual, konsisten dalam amal, serta tidak terjebak pada kepentingan pribadi dalam berorganisasi.
Usai tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah serta rapat pleno yang diikuti sekitar 20 pengurus PDPM Kota Batu dan 20 pengurus tingkat cabang dari PCPM Bumiaji, Batu, dan Junrejo. Forum tersebut kemudian membahas evaluasi program serta perencanaan kegiatan ke depan.
(Windy Kiswha/AS)








